Fahri Hamzah sebut proyek kereta cepat ngawur, harus disetop
Fahri Hamzah siap meneken pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kereta Cepat.
Wakil ketua DPR Fahri Hamzah siap meneken pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kereta Cepat. Politikus PKS ini mengatakan proyek yang nilainya mencapai Rp 70 triliun tersebut mengalami keganjilan.
"Saya tetap sampaikan siap tandatangan pembentukan Pansus Kereta Cepat," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/2).
"Karena jelas, kereta cepat ngawurnya terlihat, jadi harus disetop karena itulah harus investigasi dari awal. Kalau tidak nanti menyesal semua (bila tetap dilakukan)," bebernya.
Fahri juga menilai proyek kereta cepat dilakukan secara amatir. Menurutnya, tidak ada sosialisasi kepada publik tentang kereta cepat tersebut.
"Proyek dijalankan dulu, izinnya belakangan, kejelasannya belakangan," ungkapnya.
Menurut Fahri seharusnya proyek kereta cepat transparan kepada masyarakat. Dia mencontohkan seperti berkampanye yang seluruh masyarakat tahu tentang proyek tersebut.
"Ini tidak, main dijalankan saja, antar menteri masih berantem, Menteri Keuangan bilang tidak perlu jaminan, Menteri BUMN harus ada jaminan, ini apa, ini model negara apa seperti ini," jelasnya.
"Ini dapat menyebabkan saksi yang fatal untuk pemerintah," tandasnya.
Baca juga:
Menteri Sofyan: Pemerintah beri jaminan politik bangun kereta cepat
Ridwan Kamil: Saya dukung KA cepat, ribuan orang akan kerja di situ
Menteri Siti bantah amdal proyek kereta cepat dipaksakan
Gubernur Aher: Kereta cepat Jakarta-Bandung harus jalan terus
Dihujani kritik, pemerintah tetap ngotot bangun kereta cepat