LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fadli Zon: Kita perlu logistik di dalam peperangan

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut logistik merupakan hal penting dalam menghadapi kontestasi Pemilu dan Pilpres. Cawapres yang memiliki dana juga termasuk jadi pertimbangan untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019 diiringi dengan stategi kemenangan.

2018-08-09 06:48:17
Fadli Zon
Advertisement

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut logistik merupakan hal penting dalam menghadapi kontestasi Pemilu dan Pilpres. Cawapres yang memiliki dana juga termasuk jadi pertimbangan untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019 diiringi dengan strategi kemenangan.

"Kita perlu ada satu logistik di dalam peperangan. Di dalam peperangan ini kita perlu suatu logistik. Dalam arti peperangan dalam tanda kutip Pemilu gitu. Tidak mungkin suatu kampanye di suatu tempat saja bisa memakan biaya. Jadi selain taktik, strategi, ya kita perlu logistik," katanya di kediaman Prabowo Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (8/8).

Dana logistik juga disebutnya bisa berasal dari dana gotong royong para mitra koalisi partai dan kandidat capres cawapres. Logistik ini, kata Fadli, juga mesti transparan dan halal.

Advertisement

"Pak Prabowo sendiri tentu sebagai kandidat beliau selama ini juga selalu dari dana pribadinya. Nanti siapapun juga harus ada, siapanya dan berapa anggarannya semua akan transparan dan terbuka dan semua yang ada di sini adalah uang halal logistik yang halal," tuturnya.

Saat ini pun, cawapres Prabowo disebut-sebut mengerucut pada dua nama yakni Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Fadli mengaku dua kandidat cawapres Prabowo itu belum ada laporan tentang informasi logistik yang mereka punya.

"Belum, jadi kita kan harus membicarakan itu sebagai bekal untuk menghadapi Pilpres kita kan perlu mencetak kaos perlu saksi-saksi dan sebagainya," ucapnya.

Advertisement

Hal logistik ini pun disinggung oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Sandiaga Uno telah mengguyur PAN dan PKS sebanyak 500 miliar demi kelancarannya menjadi cawapres Prabowo. Fadli menyangkal tudingan Arief.

"Enggak ada tuduhan itu. Terkait itu nanti, terkait dana untuk kampanye, saksi. Dukungan logistik itu wajar dalam menghadapi Pilpres. Karena tiap parpol punya mesin parpol yang harus digerakan bukan terkait pribadi pribadi," ujarnya.

Baca juga:
Fadli Zon akui Sandiaga Uno masuk kandidat Cawapres Prabowo
Andi Arief sebut Prabowo jenderal kardus karena selingkuhi Demokrat
Misteri surat Prabowo untuk SBY soal Cawapres
Sekjen Demokrat tegaskan SBY tak terima surat dari Prabowo
Sandiaga menyalip di tikungan, Demokrat dan Gerindra pecah kongsi?

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.