Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen Demokrat tegaskan SBY tak terima surat dari Prabowo

Sekjen Demokrat tegaskan SBY tak terima surat dari Prabowo Pertemuan Prabowo dan SBY. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Gerindra mengaku sang ketum Prabowo Subianto telah mengirim surat kepada Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Surat itu menyangkut pembahasan calon wakil presiden Prabowo.

Tapi, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan membantah surat itu. Dia menegaskan, SBY tak terima surat sama sekali.

"Enggak ada surat. Sama sekali nggak ada surat Prabowo yang kami terima. Oke, clear itu ya kita luruskan ini. Tidak ada surat Prabowo yang kami terima," ujar Hinca, di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Kamis dini hari (9/8/2018).

Terlepas dari keberadaan surat tersebut, Hinca menjelaskan, pertemuan yang sebelumnya batal terjadi antara SBY dan Prabowo rencananya akan dilangsungkan hari ini. Prabowo pun rencananya akan menyambangi rumah Ketum Demokrat itu pada pagi ini.

"Ya mudah-mudahan tidak malam yah," sebut Hinca.

Dia pun mengaku hingga kini belum ada keputusan terkait posisi pasangan calon yang akan diusung. Sebab, Hinca menjelaskan capres dan cawapres berada dalam satu paket. Namun dia menyanggah jika Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, disodorkan oleh partainya untuk menjadi cawapres Prabowo.

"Posisinya gini posisi capres dan cawapres kan satu paket tuh masih kami perbincangkan nah gitu. Jadi belum ada putusan," ucap dia.

"Kami enggak pernah nyodorin (AHY). Nggak ada," lanjutnya.

Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani berbicara tentang surat dari Prabowo ke SBY. Surat tersebut dikatakan berisi jalinan komunikasi partai Gerindra, PAN, dan PKS. Ini mencuat, dikarenakan terdapat komunikasi yang terputus sehingga memunculkan distorsi informasi.

"Pak Prabowo menjelaskan di dalam surat yang disampaikan, bahwa selama ini kami Gerindra sudah menjalin komunikasi yang baik dengan PKS dan PAN, kemudian selama ini kami juga menjalin komunikasi yang baik dengan ulama, kiai dan para Habib. Kemudian mereka menyodorkan ini, Ijtima Ulama," tutur Muzani.

Muzani pun meluruskan surat yang disebut-sebut berisi kandasnya koalisi Gerindra dan Demokrat. Surat itu dikirim Rabu malam. Dia berharap pada pertemuan besok menemukan titik temu.

"Pak Prabowo dalam surat itu lebih merupakan diskusi tentang beliau akan mengambil keputusan. Karena dalam pertemuan sehari sebelumnya, Pak SBY mengatakan bahwa soal wakil presiden diserahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo kepada calon presiden. Keputusan siapa pun yang diambil sebagai calon wakil presiden, Demokrat akan turut. Nah Pak Prabowo belum mengambil keputusan," kata dia menjelaskan.

Reporter: Yunizafira Putri

Sumber: Liputan6.com

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP