Fadli Zon: Bagi Gerindra, 2019 harus ganti presiden
Fadli Zon menegaskan, Gerindra 100 persen mendukung ganti presiden. Menurut Fadli, jika tahun depan Indonesia tidak mengganti Presiden, maka akan ada kekacauan secara ekonomi di Indonesia.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan, partainya setuju dengan gerakan #2019gantipresiden. Sebagai bentuk dukungan, Gerindra menginisiasi pembuatan kaus bertuliskan gerakan itu.
"Saya kira bagus memang setuju 100 persen dong. 2019 kalau bagi kami di Gerindra pasti setuju 100 persen harus ganti Presiden," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (9/4).
Presiden Joko Widodo sempat menyindir soal kaus ganti presiden. Namun Fadli Zon menjawab diplomatis.
"Ya kalau soal (kaus #2019gantipresiden) itu kan hak dari masyarakat. Saya juga kalau ada kausnya segera saya pakai itu kausnya," lanjutnya.
Menurut Fadli, jika tahun depan Indonesia tidak mengganti Presiden, maka akan ada kekacauan secara ekonomi di Indonesia. Karena ekonomi sekarang ini, kata dia, sudah tidak pro rakyat.
"Kalau engga ya kita kacau ini Indonesia ke depan secara ekonomi ya karena kebijakan-kebijakan itu tidak pro rakyat dan buka ekonomi kerakyatan," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ikut berkomentar tentang gerakan itu. Di hadapan relawan, Jokowi menyindir pihak yang ingin ganti presiden lewat kaos.
"Sekarang isu kaus ganti presiden 2019. Masa dengan kaos bisa ganti presiden," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).
Baca juga:
Minimalisir perbedaan data pemilih, Kemendagri beri KPU akses data kependudukan
Gerindra pastikan Jokowi tak lawan kotak kosong di Pilpres 2019
Fadli Zon: 11 April deklarasi Gerindra untuk Prabowo capres
Sekjen Demokrat sebut pernyataan ketum PPP ngawur
Jelang Pilpres, Demokrat genjot elektabilitas AHY