LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

'DPR harus selidiki kunjungan Setya dkk di kampanye Donal Trump'

"Kehadiran Ketua DPR, Setya Novanto, berikut delegasi patut disayangkan," ujar Hikmahanto.

2015-09-04 21:00:00
Rombongan DPR hadiri kampanye Pilpres AS
Advertisement

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyesalkan kehadiran pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadli Zon dalam kampanye kandidat Capres AS dari Partai Republik Donal Trump. DPR pun harus menyelidiki kehadiran Setya dkk.

"Kehadiran Ketua DPR, Setya Novanto, berikut delegasi patut disayangkan," ujar Hikmahanto ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (4/9).

Hikmahanto juga meminta DPR untuk menyelidiki motif kunjungan Setnov dan Fadli dalam kampanye Donal tersebut. "Alat perlengkapan DPR perlu menelisik motif kehadiran dan jawaban Ketua DPR dalam kampanye Donald Trump," pungkas dia.

Dalam tayangan tersebut, Donald Trump yang baru selesai dipanggung kembali ke panggung dan memperkenalkan Setya Novanto. Dalam kesempatan itu ada pertanyaan Trump kepada Setya Novanto, apakah rakyat Indonesia menyukai saya? Novanto menjawab ya.

"Jawaban dan kehadiran Setya Novanto yang diperkenalkan sebagai Ketua DPR, seolah memberi endorsement atas kampanye Trump," kata dia.

Selain mengkritik kehadiran mereka, ia juga menilai bentuk kehadiran Setnov dan Fadli bisa saja dimanfaatkan oleh Donal untuk menghalang dukungan dan menyebabkan pengaruh ke dunia.

"Tanpa disadari Ketua DPR dari sebuah negara besar dengan jumlah muslim terbesar dan demokratis telah dimanfaatkan oleh Donald Trump,"'papar dia.

Terkait itu, Hikmahanto meminta Ketua DPR perlu mengklarikasi kehadiran dan jawaban atas pertanyaan Donald Trump. Kata dia, hal tersebut dapat saja dianggap sebagai intervensi negara lain terhadap politik dalam negeri suatu negara.

"Ini mengingat kehadiran Setya Novanto menggunakan paspor diplomatik. Terlebih lagi rakyat Indonesia belum tentu tahu siapa itu Donald Trump, terlebih menyukainya," tandasnya.

Baca juga:
Fadli Zon sebut rombongan DPR diajak lihat kampanye Donald Trump
Ini aksi Setya Novanto dan Fadli Zon di kampanye capres Amerika
Fadli Zon bilang bertemu Donald Trump bahas investasi di Bali
Fadli Zon: Apa urusannya kita dengan Pilpres AS?
PKB sebut pertemuan Trump dan Ketua DPR pakai APBN, bikin gaduh
Fahri Hamzah minta Ketua DPR juga temui capres Amerika dari Demokrat

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.