Djarot ingatkan warga DKI jangan pilih calon yang bagi-bagi uang
Pola pemikiran transaksional dalam pilkada harus diubah. Masyarakat pun juga harus sadar dan tidak berharap ada pasangan calon yang membagi-bagi uang.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat memperingatkan warga agar tidak memilih bakal pemimpin bagi-bagi uang, terutama jelang pencoblosan Pilkada DKI. Menurut Djarot, hampir dipastikan yang bersangkutan akan melakukan korupsi untuk mengembalikan modal.
"Kalau ada yang bagi-bagi uang berarti yang terjadi transaksi jual beli, inilah yang menimbulkan korupsi," ujar Djarot di hadapan puluhan masyarakat dan relawan dalam acara pengajian Relawan Ba-Dja Darma di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).
Pola pemikiran transaksional dalam pilkada harus diubah. Masyarakat pun juga harus sadar dan tidak berharap ada pasangan calon yang membagi-bagi uang. "Masyarakat juga jangan minta mana uangnya, baru dipilih," ucapnya.
Terkait gaya kampanyenya bersama Ahok yang selalu menjual program yang sudah dilakukan, Djarot mengaku bukan semata-mata agar bisa terpilih kembali. Melainkan sebagai bentuk tanggung jawab pemimpin kepada rakyat.
"Jadi jangan salah loh ya bapak dan ibu, apa yang telah kita lakukan bukan untuk terpilih kembali. Tapi memang sudah kewajiban kita," tegasnya.
Baca juga:
Saat warga Kebayoran justru doakan Djarot jadi Gubernur DKI
PDIP minta kader pembelot mundur sebelum dipecat
Djarot minta polisi ungkap dalang utama pengadangan saat kampanye
Soal pengadangan di Petamburan, Djarot ngaku dicecar 18 pertanyaan
Kader PDIP Jakarta pecah, bikin Ahok makin lemah?
Pengakuan kader PDIP membelot dari titah Megawati
Boy Sadikin bantah bawa gerbong PDIP membelot dukung Anies
Djarot ancam pecat kader PDIP pembelot dukung Anies-Sandi