Ditolak warga saat kampanye, Djarot akan penuhi panggilan Bawaslu
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pastikan bahwa dirinya akan penuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Sunter, Jakarta Utara, malam hari ini, Selasa (15/11). Pemanggilan tersebut terkait dengan dugaan adanya penolakan di sejumlah kawasan.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pastikan bahwa dirinya akan penuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Sunter, Jakarta Utara, malam hari ini, Selasa (15/11). Pemanggilan tersebut terkait dengan dugaan adanya penolakan di sejumlah kawasan.
"Saya nanti malem di panggil Bawaslu. Terhadap pelaporan pengadangan di Jakarta Barat," ucap Djarot kepada awak media di Jalan Bangka, Kelurahan Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Selasa (15/11).
Dilanjutkannya, bahwa dirinya pasti akan hadir memenuhi pemanggilan Bawaslu terkait pemanggilan tersebut. "Saya pasti hadir. Saya kan paling taat untuk urusan-urusan seperti itu," tegasnya.
Sebelumnya, Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat telah melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait aksi penolakan sejumlah pihak saat pasangan calon nomor urut dua di Pilgub DKI itu melakukan kampanye atau blusukan.
Anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Wibi Andrino mengatakan, akan terus mengawal pelanggaran yang telah dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. Rencananya Bawaslu akan memanggil mereka yang terkait dugaan penolakan.
"Bawaslu memanggil pengawas Kelurahan dan Kecamatan untuk menghimpun bukti bukti terkait dugaan penolakan atau perampasan hak untuk berkampanye oleh oknum-oknum yang mengaku masyarakat Kedoya dan Kembangan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (11/11).
Baca juga:
Warga Mampang bela Djarot dari massa pendemo bayaran
Hanura tegaskan tetap komitmen dukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI
Hasto: PDIP tak punya tradisi menarik dukungan, Ahok-Djarot final!
Tim pemenangan Ahok-Djarot sebut posko aduan bagian dari strategi
Ditolak warga saat kampanye, Djarot minta Panwaslu bertindak