Disinggung angka pengangguran, Ahok berdalih Anies salah baca data
Diserang angka pengangguran, Ahok berdalih Anies salah baca data. Ahok menilai berbagai data yang disampaikan pesaingnya Anies Baswedan dapat membangun opini buruk publik terhadap hasil pemerintahannya. Meski data yang disampaikan cagub nomor urut 3 itu benar, hanya saja Ahok menyayangkan cara pembacaan data.
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai berbagai data yang disampaikan pesaingnya Anies Baswedan dapat membangun opini buruk publik terhadap hasil pemerintahannya. Meski data yang disampaikan cagub nomor urut 3 itu benar, hanya saja Ahok menyayangkan cara pembacaan data yang dilakukan mantan Mendikbud itu.
"Datanya enggak salah, cuma cara penyampaiannya yang membangun opini buruk, misalnya contoh kita bicara pengangguran, pengangguran di Jakarta memang 2016 lebih tinggi sedikit daripada nasional. Kita 5,7, nasional itu 5,5 tetapi dia lupa menyampaikan nasional itu 2014 5,7 turun jadi 5,5," kata Ahok di Jakarta, Kamis (16/12) malam.
"Sedangkan kami DKI pengangguran waktu kami masuk itu masih tinggi 2014 8,4 atau 8,5. Lalu kami turun jadi 5,7. Artinya secara progress kami turunkan jauh sekali dengan melakukan banyak subsidi-subsidi," sambung Ahok.
Tak hanya itu, Ahok juga tampak gerah saat pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu menilai selama menjadi pejabat, Ahok-Djarot hanya melakukan pembangunan fisik saja. "Lalu mengatakan seolah-olah kami tidak mau membangun manusia, orang dari awal kok. Kalau mau bilang bangun manusia harus terukur dengan indeks pembangunan manusia," jelas Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan indeks pembangunan manusia yang dimaksud adalah berapa lama orang nikmati pendidikan, berapa usia harapan hidup, dan daya beli. Sehingga dalam visinya membangun Jakarta dapat diukur dan terbukti.
"Jadi IPM di Indonesia tertinggi siapa? DKI, kita hanya kurang 1,01 untuk mencapai batas terendah dari IPM dunia 80. Negara maju 93,94, kita kurang 1,01 sampai 80," papar Ahok.
"Makanya saya bilang cara penyampaian seperti itu,ya nanti orang di tv salah pikir ini canggih kan penyampaiannya, dosen kan ngomongnya juga enak. Mau enggak mau sebagai mahasiswanya saya mesti ngebantah. Pak dosen datanya bukan begitu bacanya, kasih progressnya," tutup Ahok
Baca juga:
Kritik dan sindiran menohok Anies Baswedan di depan Ahok
Disentil Anies Baswedan, Ahok-Djarot banggakan KJP dan IPM Jakarta
Anies Baswedan kesal Ahok tak jawab ditanya soal kata-kata kasar
Jawab Ahok, Anies tegaskan data yang dipakai saat debat valid