LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Dinilai tak adil ke Prabowo-Sandi, Bawaslu diprotes ACTA

Pengacara Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis memprotes Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dinilai tak adil. Ali menilai Bawaslu telah melakukan ketidakadilan yang merugikan pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, Prabowo-Sandiaga.

2018-08-30 22:33:00
Bawaslu
Advertisement

Pengacara Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis memprotes Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dinilai tak adil. Ali menilai Bawaslu telah melakukan ketidakadilan yang merugikan pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, Prabowo-Sandiaga.

"Kita perhatikan kemarin kasus mahar politik, Bawaslu begitu gencar, agresif, sampai memanggil pihak terkait. Nah kenapa dalam kasus dugaan kampanye oleh tiga menteri ini Bawaslu lemah?," kata Ali Lubis di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/8).

Menurut Ali, ada tiga menteri melakukan pelanggaran kampanye, yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa Eko Putro, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Berpegang pada bukti pemberitaan media, Ali mengklaim ketiganya telah menyuarakan Jokowi dua periode saat agenda kerja mereka di masyarakat.

Advertisement

"Lalu kok tidak ada tindakan? Ini jelas loh mereka sendiri mengeluarkan statement (mengkampanyekan Jokowi). Jadi saya mewakili ACTA melakukan protes. Kami mengingatkan, bila nota protes ini tidak diindahkan kami akan segera membuat laporan," tegas Ali mengancam.

Sebagai informasi, mengutip pemberitaan media dilandasi Ali dalam teguran, disebut Menperin Airlangga melakukan kampanye terselubung saat pembukaan pameran otomotif, GIIAS. Mendagri Tjahjo pun serupa, Ali menilai Tjahjo mengatakan kepada para kepala desa mengapa harus Jokowi di 2019. Sedangkan Mendes Eko, dituding Ali mengatakan, bila pilih Jokowi maka dana desa semakin ditingkatkan.

"Kampanye jelas kenapa harus memilih pak Jokowi, ini tidak boleh, ini menteri lho mereka, pejabat negara harus bersikap netral," kata Ali.

Advertisement

Reporter: Radityo
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bawaslu kritisi ASN yang melanggar selama Pilkada tak diberi sanksi tegas
Gerindra sebut pemerintah Jokowi belum mampu kelola perbedaan pendapat
Bawaslu batal gelar rapat pleno kelanjutan kasus dugaan mahar politik Sandiaga
Bawaslu minta polisi tindak keramaian terkait Pilpres yang tak berizin
Besok, Bawaslu gelar rapat pleno dugaan kasus mahar politik Sandiaga
Bawaslu sebut pelanggaran terbanyak terjadi saat pencalonan, kampanye & masa tenang

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.