Didi Mahardhika Soekarno Tegaskan Setia pada Prabowo dan Gerindra, Lanjutkan Amanah Ibunda
Cucu Presiden Pertama RI, Didi Mahardhika Soekarno, menegaskan kesetiaannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra, menjalankan amanah ibunda almarhumah Rachmawati Soekarnoputri.
Didi Mahardhika Soekarno, cucu dari Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno, baru-baru ini secara tegas menyatakan loyalitasnya kepada Presiden Prabowo Subianto, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra. Pernyataan ini disampaikan Didi dalam sebuah keterangan di Jakarta pada Senin (10/2), menegaskan posisi politiknya yang konsisten.
Mahardhika, yang aktif sebagai kader Partai Gerindra, menjelaskan bahwa keputusannya untuk tetap berada di barisan Prabowo dan Gerindra bukanlah pilihan yang diambil secara tergesa-gesa. Ia mengakui bahwa pilihan politiknya ini berbeda dari mayoritas pandangan keluarga besar Bung Karno, namun ia berpegang teguh pada prinsipnya.
Menurut Didi, langkah politiknya ini didasari oleh dua amanah penting yang selalu ia junjung tinggi. Amanah pertama berasal dari mendiang ibundanya, Rachmawati Soekarnoputri, dan amanah kedua dari Presiden Prabowo Subianto, yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.
Amanah Ibunda dan Kedekatan Personal dengan Prabowo
Didi Mahardhika Soekarno mengungkapkan bahwa pesan dari almarhumah ibundanya, Rachmawati Soekarnoputri, sangat jelas, yaitu untuk senantiasa setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Amanah ini telah ia jalankan dengan konsisten sejak lama, menjadi fondasi kuat dalam perjalanan politiknya.
Selain amanah dari sang ibunda, kedekatan Didi dengan Prabowo Subianto juga bukan hanya sebatas hubungan politik, melainkan telah berkembang menjadi hubungan personal yang erat. Ia menyebut Prabowo sudah seperti ayahnya sendiri, sebuah ikatan yang sangat ia hargai dan pegang teguh.
Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika turut menyampaikan ucapan selamat dan harapannya. Ia berharap Gerindra akan terus tumbuh menjadi kekuatan politik yang solid dan mampu menjaga persatuan bangsa Indonesia di tengah berbagai dinamika.
Gerindra, Ideologi Bung Karno, dan Penolakan Dikotomi Politik
Mahardhika menjelaskan bahwa keputusannya berlabuh di Gerindra dilandasi oleh keyakinan ideologis yang mendalam. Ia menilai Partai Gerindra adalah partai yang paling mampu merepresentasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno secara jernih, tanpa adanya dikotomi atau upaya untuk membenturkan berbagai pihak.
Menurutnya, ideologi Gerindra sangat cocok dengan 'darah ideologinya' yang mengalir dari sang kakek, Bung Karno. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak dibenturkan dengan pihak mana pun, melainkan diinterpretasikan dengan cara yang menyatukan.
Lebih lanjut, Didi Mahardhika juga menyoroti masih adanya upaya dari sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto. Ia berpendapat bahwa pola pembelahan semacam itu sudah tidak relevan lagi dan hanya akan memperkecil bangsa.
Sebagai keturunan langsung Bung Karno, Didi mengakui bahwa ideologi politik telah mengalir dalam dirinya. Namun, ia bertekad untuk menjalankan warisan tersebut dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni dengan semangat menyatukan, bukan memecah belah.
Sumber: AntaraNews