Dewan pembina belum bersikap soal Setnov kembali jadi Ketua DPR
Semua keputusan strategis harus melibatkan seluruh elemen partai. Dewan pembina akan melakukan pembahasan dengan DPP. Segala keputusan dewan pembina harus dijalankan DPP.
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical menegaskan pihaknya belum menentukan sikap atas keputusan pleno DPP Partai Golkar mengembalikan kursi Ketua DPR ke tangan Setya Novanto. Keputusan dewan pembina akan disampaikan setelah melakukan pertemuan dan pembahasan dengan DPP Partai Golkar.
"Dewan pembina belum mengambil satu sikap sebab belum ketemu dengan DPP," ujar Ical di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (25/11).
Ical mengingatkan pentingnya pertemuan antara dewan pembina dengan DPP Golkar. Sebab setiap keputusan strategis yang akan diambil harus melibatkan seluruh elemen partai. Rencana mengembalikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR termasuk keputusan strategis.
"Secara eksplisit disebutkan bahwa yang strategis itu calon presiden, ketua lembaga lembaga negara," kata Ical.
Setelah melakukan pembahasan, nantinya DPP Partai Golkar harus menindaklanjuti atau menjalankan rekomendasi dewan pembina.
"Nasehat itu harus diikuti oleh DPP oleh karena itu saya katakan baru rapat jam 3, jadi kita belum mengambil sikap apa-apa terhadap satu pembahasan Pak Setya Novanto karena belum ketemu," ucapnya.
Rapat dewan pembina pun dikatakan Ical akan dilakukan oleh jajaran dewan pembina dan DPP di gedung Bakrie Tower. Sebelum rapat dimulai, Ketua Pakar Partai Golkar, Akbar Tanjung terlebih dahulu menemui Ical. Namun Akbar tidak mengikuti rapat yang akan digelar jam 3 sore ini.
Baca juga:
Setnov kumpulkan DPD I Golkar, hasilnya sepakat lengserkan Akom
Setya Novanto bakal melenggang mulus kembali ke kursi Ketua DPR
Nasib Akom: Dicopot dari ketua DPR, terancam dipecat dari parlemen
PAN sebut sesuai UU MD3 pergantian ketua DPR hak penuh Golkar
Agus Hermanto akui pimpinan DPR sudah terima surat pergantian Akom
PDIP sarankan Golkar pikir ulang jadikan Setnov Ketua DPR lagi
Demokrat tak masalah Setnov jabat Ketua DPR lagi asal jaga amanah