'Darah segar' Hary Tanoe bisa selamatkan 'nyawa' Hanura?
Pamor Hanura justru kian merosot, setidaknya menurut sejumlah hasil survei.
Bergabungnya bos MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo, ke Hanura diakui Ketua Umum Wiranto sebagai 'darah segar' bagi partai. Ungkapan itu tidak berlebihan mengingat pamor Hanura belakangan terus meredup, bahkan nyaris kehilangan nyawa.
Pada Pemilu 2009, Hanura yang didirikan November 2006 ini, menempati urutan ke-9 dengan perolehan 3.922.870 suara (3,77%). Karena berhasil lolos parliamentary threshold (PT) 2,5%, Hanura pun berhasil mendudukkan 17 kadernya di DPR.
Meski berhasil lolos, Hanura adalah fraksi yang terkecil berada di Senayan. Karena prinsip proporsionalitas, kader-kader Hanura juga tidak ada yang menempati posisi strategis di DPR.
Fraksi Hanura di DPR memang terkenal galak terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Misalnya saja, saat ngotot pengusutan terhadap skandal Bank Century. Namun demikian, sikap oposisi tersebut tak juga membuat pamor partai besutan sejumlah mantan jenderal itu moncer.
Sebaliknya, pamor Hanura justru kian merosot, setidaknya menurut sejumlah hasil survei. Dalam jajak pendapat nasional yang dilakukan Litbang Kompas 16-19 Juli 2012, perolehan suara Hanura hanya 1 persen. Jika Pemilu dilaksanakan saat itu, Hanura tidak akan lolos ke Senayan, karena PT dalam UU Pemilu yang baru sudah dinaikkan menjadi 3,5 persen.
Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting yang dilakukan 6-20 Desember 2012, perolehan suara Hanura juga diperkirakan cuma sekitar 1,4 persen. Dengan hasil itu, Hanura juga tidak akan bisa lolos di Senayan pada 2014.
Fakta kemerosotan Hanura itu juga yang barangkali membuat Hary Tanoe akan all-out berjuang untuk partai. Bahkan, taipan itu tidak segan-segan menyatakan akan menggunakan MNC Grup, media yang dimilikinya, untuk menaikkan popularitas Hanura.
"Saya akan gunakan udara (siaran televisi) sebagai pemenangan," ujar Hary Tanoe dalam jumpa pers bersama Wiranto kemarin.
Selain media, menurut pengamat politik Ray Rangkuti, Hary Tanoe juga akan mengerahkan dana yang dimilikinya untuk Hanura. Ini pula yang membuat istilah 'darah segar' yang diucapkan Wiranto tidak berlebihan.
"Dia (Hary Tanoe) bos media dan pendanaan. Dengan dua unsur itu akan jadi potensi membesarkan Hanura, baik secara pendanaan maupun mobilisasi atau sosialisasi. Jadi tidak berlebihan Pak Wiranto mengatakan Hary Tanoe ke Hanura merupakan darah segar," ujarnya.
Tidak bisa dipungkiri, media dan dana adalah modal besar bagi iklim politik Indonesia yang cenderung liberal dewasa ini. Namun, apakah dua unsur itu bisa menyelamatkan nyawa Hanura? Pemilu 2014 yang akan menjawabnya.(mdk/ren)