LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Dapat penghargaan, Sabam Sirait ingatkan Jokowi selalu hidup jujur

"Sebab kalau kita jujur bekerja keras kita akan bisa mengejar Thailand dan Malaysia dalam waktu dekat," kata Sabam.

2015-08-13 14:10:43
Presiden Jokowi
Advertisement

Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugrahkan penghargaan tanda kehormatan kepada 46 orang. Di antara tokoh yang mendapat tanda kehormatan itu adalah Sabam Sirait.

Sabam dianugerahi Bintang Mahaputera Utama. Pria kelahiran 13 Oktober 1936 ini merupakan tokoh politik senior PDIP.

"Sebagai aktivis dan politisi, saya berterimakasih pada negara," kata Sabam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8).

Dalam kesempatan ini, Sabam mengimbau kepada Joko Widodo agar terus jujur dan bekerja keras dalan menjalankan roda pemerintahan. Sabam sendiri mengenal Jokowi selama ini sebagai sosok yang bersih.

Terkait dengan kondisi negara saat ini, Sabam meminta agar pembangunan di Papua dan Aceh tidak boleh terlupakan. Pembangunan itu harus merata sehingga tujuan bernegara yaitu kesejahteraan rakyat, bisa benar-benar tercapai.

"Saya berharap saudara Jokowi akan sukses melakukan tugasnya. Mudah-mudahan dia berbuat baik dan semua menteri-menterinya bahkan gubernur dan bupati jujur dan hidup jujur untuk membangun bangsa ini," jelas Sabam.

"Sebab kalau kita jujur bekerja keras kita akan bisa mengejar Thailand dan Malaysia dalam waktu dekat dan makin baik lagi kita. Semua bekerja dengan keras dengan baik dan bertanggung jawab kita akan mengejar Jepang dan Korea," imbuhnya.

Sabam optimis bangsa Indonesia pada waktunya nanti akan melewati China atau bersama-sama dengan China. Indonesia tidak boleh menjadi negara terbelakang lagi.

"Kita negara yang maju dan ini hanya mungkin jadi seperti China lebih maju dari sekarang karena mereka berani menembak koruptornya, ditembak mati dan hukum kita jaman Soekarno sampai sekarang, UU kita mengandung aturan hukuman mati masih berlaku," terang Sabam.

"Jadi semua itu harus ditembak mati, di lapangan merdeka kalau perlu. Jadi tidak peduli itu omnya, saudaranya, semua harus jujur mengurus tanah air ini," tutupnya.

Baca juga:
46 Tokoh berjasa mendapat penganugerahan tanda kehormatan
Ini 3 alasan PDIP kenapa Puan Maharani 'selamat' dari reshuffle
Jokowi beri tanda kehormatan kepada 46 orang, ada nama Surya Paloh
Puan satu-satunya Menko yang tak direshuffle, ini kata Tedjo Edhy
Rizal Ramli dulu sebut Jokowi liberal, sekarang bilang rendah hati
Tedjo Edhy: Tidak ada prajurit yang salah, yang salah komandannya

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.