Cak Imin Sedih Romahurmuziy Kena OTT KPK
Cak Imin menyatakan, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada suara di Pilpres 7 April 2019 mendatang, dan persoalan tersebut masalah pribadi Rommy yang tidak ada kaitannya dengan koalisi.
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) mengaku sedih atas ditangkapnya M. Romahurmuziy (Rommy) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mantan Ketua Umum Partai PPP tersebut ditangkap saat KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3) lalu.
"Iya sedihlah, kita kan saudara. Saya sepupunya saya tentu ikut berdoa semoga dia tabah," ucapnya, di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (26/3) sore.
Saat ditanya oleh para awak media, apakah hal tersebut akan mempengaruhi suara di koalisi Capres dan Cawapres duet Jokowi-Ma'ruf Amin. Cak Imin menyatakan, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada suara di Pilpres 7 April 2019 mendatang, dan persoalan tersebut masalah pribadi Rommy yang tidak ada kaitannya dengan koalisi.
"Nggak, tidak berpengaruh, ini pribadi semuanya individual," singkatnya.
Seperti berita sebelumnya, KPK menangkap OTT Romi di daerah Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3) lalu. Romi diduga, melakukan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Baca juga:
PPP Jateng Sebut Penangkapan Romahurmuziy Berpengaruh Pemilih Milenial
KPK Telusuri Proses Duit Pelicin Jual Beli Jabatan ke Romahurmuziy
Bersama Suharso Manoarfa, Kader Bertekad Kembalikan Nama Besar PPP
Menag Tak Akan Beri Keterangan soal Jual Beli Jabatan Selain di KPK
Ketua DPW PPP Jatim Mangkir Pemeriksaan KPK Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag