Cak Imin Nilai 10 Pimpinan MPR Terlalu Banyak, Kecuali dengan Alasan Kebersamaan
Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai penambahan kursi MPR menjadi sepuluh orang terlalu banyak. Namun, dia tidak menolak jika revisi MD3 dilakukan atas nama kebersamaan.
Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai penambahan kursi MPR menjadi sepuluh orang terlalu banyak. Namun, dia tidak menolak jika revisi MD3 dilakukan atas nama kebersamaan.
"Perihal itu tentu kita akan lihat sejauh mana kebutuhannya. Ya MPR itu membutuhkan kebersamaan. Kalau itu solusi kebersamaan, why not? Ya kalau 10 kebanyakan ya," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).
Ketum PKB itu menilai, perubahan UU MD3 untuk menambah pimpinan MPR belum menjadi prioritas. Sampai saat ini belum ada pembahasan di internal koalisi maupun PKB.
"Belum, belum, belum ada pembahasan di internal koalisi maupun di PKB," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid tidak menginginkan ada keributan terkait jatah pimpinan legislatif. Semua pihak perlu duduk bersama.
"Bagi PKB kita kedepankan kebersamaan sebagai ketua pimpinan tidak rebutan kursi-kursi," kata dia dalam kesempatan sama.
Menurutnya, penambahan anggaran pun tidak ada masalah selama revisi MD3 dibahas bersama dan menyerukan persatuan.
"Untuk persatuan tidak ada soal. Saya di badan anggaran kalau untuk 10 pimpinan kok memberatkan keuangan negara. Kalau itu untuk kebersamaan untuk persatuan, untuk menyuarakan, tidak ada soal. Jangan soal anggaran, persatuan itu tidak bisa ini dengan anggaran," kata Waketum PKB itu.
Baca juga:
Baleg DPR Klaim Penyusunan Draf Revisi UU MD3 Soal Pimpinan MPR Perintah MKD
Diam-diam Baleg Siapkan Draf Revisi Tambahan 10 Pimpinan MPR
Wakil Ketua MPR: Belum Ada Usulan Resmi Tambahan Kursi Pimpinan Jadi 10 Orang
Ketua MPR Tegaskan Presiden Tetap Dipilih Rakyat Meski UUD 1945 Diamandemen
PAN Klaim Mayoritas Fraksi Partai Dukung Pimpinan MPR Ditambah jadi 10 Kursi