Bekas aktivis ajak masyarakat pakai kemeja kotak-kotak
Filosofi pakaian kotak-kotak yang dikenakan capres Jokowi menyimbolkan sebagai persatuan masyarakat.
Sejumlah mantan aktivis mahasiswa menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memakai pakaian kemeja kotak-kotak. Hal ini merupakan simbol agar tidak ada lagi black campaign pada saat menjalani ibadah bulan puasa.
Mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Stefanus Gusma mengatakan, filosofi pakaian kotak-kotak yang dikenakan capres Jokowi menyimbolkan sebagai persatuan masyarakat.
"Kami ini mantan pimpinan-pimpinan mahasiswa, mengingat memasuki pilpres berlangsung. Pertama bulan puasa, kami menginginkan pilpres ini jauhkan bersifat SARA karena NKRI final. Kedua, kotak-kotak ini filosofi yang dalam. Kita sebagai Katolik, Islam, Kristen, militer dan sipil harus bersatu," ujar Stefanus Gusma kepada wartawan di Rumah Makan Sari Kuring, SCBD, Jakarta, Kamis (26/6).
Lebih lanjut, pakaian kemeja kotak-kotak ini tidak hanya dikenakan sebagai kendaraan politik untuk mengincar kekuasan. Namun, kata Stefanus, kemeja kotak-kotak ini bagian dari menghargai perbedaan antar masyarakat.
"Karena kotak-kotak, ini bagian dari Indonesia. Kami akan mengaktifkan seluruh ruangan mulai dari kalangan vespa kotak-kotak, desain kotak-kotak dan lain-lain. Karena kita ingin jangan ada perpecahan," imbuhnya.
Sementara itu, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PBHMI) Fajri menambahkan, pihaknya merasa yakin terhadap pasangan capres-cawapres Jokowi - JK. Menurut dia, hanya pasangan nomor 2 itu yang mengedepankan pluralisme.
"Menyerukan kepada relawan Jokowi - JK di seluruh Indonesia mengenakan kotak-kotak satu pun tidak cukup. Kita serukan juga kepada masyarakat seluruh Indonesia untuk memakai kotak-kotak. Oleh karena itu, perbedaan itu indah, kita mengedepankan masyarakat," tandasnya.
Seperti diketahui, acara ini dihadiri beberapa mantan aktivis dari Alumni Pimpinan Cipayung yakni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Persatuan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) dan Gerakan Mahasiswa Katolik Indonesia (GMKI).
Baca juga:
Muchdi PR bantah terlibat penculikan aktivis 98
Gerakan Koalisi Melawan Lupa gugat KPU ke PTUN
Mantan Danpuspom ungkap cara usut penculikan aktivis 1998
Konsolidasi keluarga korban pelanggaran HAM di Gedung Joang 45
Kubu Prabowo laporkan Wiranto ke Mabes Polri