Bawaslu Riau telah periksa Bupati Kampar dan Pelalawan terkait dukung Jokowi
Bupati Kampar Aziz Zainal diperiksa dengan 27 pertanyaan, sedangkan Bupati Pelalawan HM Harris ada 28 pertanyaan.
Bupati Pelalawan HM Haris dan Bupati Kampar Aziz Zaenal, diperiksa Badan Pengawas Pemilu Riau, terkait deklarasi dukungan terhadap Calon Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Bawaslu ingin mengorek keterangan mereka soal alasan melakukan deklarasi yang digelar ormas Projo itu.
"Bupati Kampar Aziz Zainal diperiksa dengan 27 pertanyaan, sedangkan Bupati Pelalawan HM Harris ada 28 pertanyaan," ujar Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada merdeka.com, Jumat (26/10).
Pemeriksaan terhadap dua kepala daerah itu dilakukan pada Kamis (25/10) sore. Sebelumnya, Bawaslu pernah menjadwalkan proses klarifikasi terhadap Haris dan Aziz pada Rabu (17/10) pekan lalu, namun mereka tak datang dengan berbagai alasan.
"Kemudian kita kirim surat panggilan kedua, dan akhirnya datang Kamis kemarin. Yang ditanyakan seputaran soal deklarasi dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden," ucap Rusidi.
Bupati Kampar Aziz Zaenal mengaku menghadiri deklarasi dukungan tersebut lantaran dia selaku Ketua DPW PPP Provinsi Riau yang notabene partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Tidak ada apa-apa. Namanya mendukung, karena partai saya jelas PPP yang mendukung Jokowi," ujar Aziz.
Untuk diketahui, sebelumnya Bawaslu telah memeriksa Bupati Rokan Hulu dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus, terkait masalah yang sama. Ada sejumlah kepala daerah lain yang belum memenuhi panggilan Bawaslu. Mereka dipanggil karena ikut dalam deklarasi dukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Rabu 10 Oktober lalu di hotel Aryaduta, Pekanbaru.
Baca juga:
Diduga libatkan anak-anak saat deklarasi, Prabowo-Sandi dilaporkan ke Bawaslu
Gerindra: Politikus sontoloyo setelah jadi presiden suka bohong & ingkar janji
Bawaslu: Tak ada pelanggaran Pemilu dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet
Kubu Jokowi: Prabowo-Sandi kapitalis yang coba bersalin wajah pro rakyat kecil
Kubu Jokowi tantang Prabowo buka data gizi buruk
Gerindra sebut politikus sontoloyo itu Jurkam Jokowi yang ditangkap KPK