Bawaslu akan sanksi capres-cawapres jika libatkan anak-anak dalam kampanye
Bawaslu RI mengingatkan pasangan capres dan cawapres agar jangan melibatkan anak-anak atau peserta yang belum memasuki usia memilih dalam pelaksanaan kampanye. Jika ada pasangan calon yang tak mematuhi ini, maka bisa dikenakan sanksi administrasi.
Bawaslu RI mengingatkan pasangan capres dan cawapres agar jangan melibatkan anak-anak atau peserta yang belum memasuki usia memilih dalam pelaksanaan kampanye. Jika ada pasangan calon yang tak mematuhi ini, maka bisa dikenakan sanksi administrasi.
"Dalam kampanye tak boleh melibatkan peserta yang bukan usia pemilih, itu jelas. Jadi diharapkan ada orang yang melakukan itu kami mengimbau untuk tak melakukan. Jadi maka seharusnya dihentikan atau kemudian kena sanksi administrasi," jelas Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/11).
Seperti diketahui pada tanggal 26 Oktober lalu pasangan Prabowo-Sandi dilaporkan ke Bawaslu oleh Ketua Ketua Forum BEM Nus DKI, Tukul Widiatmo. Pasangan ini diduga melibatkan anak-anak saat menggelar Deklarasi Gerakan Emak-Emak dan Anak Minum Susu (Emas) pada Rabu (24/10) di Stadion Klender, Jakarta Timur.
Terkait tindak lanjut laporan ini, Bagja mengatakan akan melihat alat bukti dari pelapor maupun temuan di lapangan. ''Kita akan lihat nanti alat bukti yang ada kalau ada laporan maupun temuan","ujarnya.
Pelibatan anak-anak ini dilarang walaupun bukan dalam agenda kampanye resmi. Pihaknya pun akan mencermati apakah dalam acara Prabowo-Sandi itu terpenuhi unsur kampanye.
"Masalahnya apakah itu terpenuhi enggak unsur kampanyenya, ada enggak visi misinya, ada enggak program kerjanya, ada enggak citra dirinya," jelasnya.
"Kampanye tak boleh mengikutkan usia bukan pemilih. Itu larangan. Nanti kami akan coba lihat dulu. Pelanggaran administrasi masuknya,"pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi bersyukur Yusril jadi kuasa hukumnya
Prabowo tolak impor, Ma'ruf Amin setuju impor asal tak berlebihan
Hotman Paris bantah gabung tim Prabowo: Risiko orang terkenal
Ma'ruf sebut Yusril gabung Jokowi artinya sudah tak sejalan dengan HTI
Timses bantah Hotman Paris jadi pengacara Prabowo-Sandi