LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Bantah tak hormati ulama, Gerindra sebut Prabowo dalam posisi sulit pilih cawapres

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap tidak menghormati ulama karena tidak menjalankan hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang diselenggarakan oleh Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) beberapa waktu lalu.

2018-08-14 19:01:00
Prabowo Subianto
Advertisement

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap tidak menghormati ulama karena tidak menjalankan hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang diselenggarakan oleh Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) beberapa waktu lalu. Dalam Ijtima tersebut para ulama menginginkan Prabowo bersandingan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri atau Ustaz Abdul Somad (UAS).

Isu tersebut langsung dibantah oleh anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade. Menurutnya tudingan tersebut adalah fitnah yang dibangun oleh pendukung capres petahana, Joko Widodo (Jokowi).

"Ada narasi yang dibangun dengan segala fitnah dan isu hoaks ya. Ini fakta kenyataannya dan itu yang dibangun narasi itu bukan hanya di media sosial tapi oleh politisi-politisi pendukung Pak Jokowi. Fitnah dan hoaks," kata Andre dalam sebuah diskusi bertajuk 'Hoax dan Pemilu 2019' di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).

Advertisement

Andre menjelaskan, mantan Danjen Kopassus itu kesulitan untuk memenuhi hasil dari Ijtima Ulama. Sebab, UAS menolak maju sebagai cawapres dan beberapa pihak justru menolak Salim Segaf.

"Presidennya sudah, cawapresnya memang agak sulit kita karena UAS yang bisa diterima semua pihak menolak. Nah Habib Salim ada yang menolak, kan kesulitan kami. Kita kan ingin bangun koalisi," ungkapnya.

Menurutnya, Sandiaga Uno dianggap bisa menjadi penengah koalisi. Lagi pula, tambah dia, beberapa ulama, termasuk Salim Segaf tetap mendukung pemilik saham Saratoga itu menjadi cawapres Prabowo.

Advertisement

"Salah satu yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama Habib Salim itu kan mendukung bang Sandi bahkan ulama-ulama yang hadir di Ijtima Ulama itu hadir di KPU. Ada Kiai Rosyid, ada Ustaz Al Khaththath semuakan mendukung Pak Prabowo," ucapnya.

Andre menegaskan, Prabowo tetap menghormati ulama. Bahkan, kata dia, sampai saat ini komunikasi masih terus dilakukan.

"Jadi komunikasi terus kita jalan kan ulama apalagi kan ulama tahu Pak Prabowo sejak zaman Kapten sampai Ketum Gerindra enggak pernah memusuhi umat, tidak pernah memusuhi ulama bahkan mengkriminalisasi ulama enggak penah," tandasnya.

Baca juga:
Waketum Gerindra sebut Prabowo sudah kantongi nama-nama pentolan tim pemenangan
Struktur Tim Pemenangan Prabowo-Sandi tak jauh berbeda dengan Pilpres 2014
Sandiaga Uno merapat ke rumah Prabowo di Kertanegara
Senyuman Sandiaga Uno tunjukkan berkas usai serahkan laporan kekayaan ke KPK
Gerindra tuding isu mahar ke PAN dan PKS Rp 500 M untuk diskreditkan Sandiaga
Sudirman Said tegaskan Sandiaga masih kader Gerindra

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.