Bamsoet tolak caketum Golkar harus bayar Rp 5-10 miliar
Harusnya terkait pendanaan diserahkan sepenuhnya menjadi urusan panitia.
Politikus Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) keberatan dengan rekomendasi panitia pelaksana Munaslub terkait rencana mematok harga pendaftaran calon ketua umum senilai Rp 5 hingga 10 miliar.
"Kami sudah dengar keputusan rapat pleno SC (Steering Committe) dan OC (Organizing Committe) yang akan di pleno DPP ada usulan sumbangan wajib dari calon Rp 5-10 miliar. Pertanyaan kami bagaimana nanti calon yang tidak lolos. Apakah uangnya akan hangus atau bagaimana," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4).
Ketua Komisi III DPR ini mengungkapkan, jika panitia dibentuk, harusnya terkait pendanaan diserahkan sepenuhnya menjadi urusan panitia. Bukan malah dibebankan pada bakal calon. Namun tim sukses dari bakal calon ketua umum Golkar Ade Komarudin ini menyatakan tak masalah jika dipatok Rp 1 hingga 2 miliar saja.
"Kami dulu di Kadin (Kamar Dagang Indonesia) memang ada sumbangan, tapi tidak besar, sekira Rp 1-2 miliar per calon. Menurut saya segitu masih okelah," tuturnya.
Dia menilai Ade sanggup dengan besaran dana tersebut. Sebab akan dibackup oleh Ketua Tim Pemenangan Ade, MS Hidayat.
"Ya misalnya Pak Ade ada MS Hdayat bisalah bantu Rp 1-3 miliar karena pengusaha besar. Tapi masa sih ketum Golkar harus menerima sumbangan untuk maju sebagai ketum, padahal harusnya didahulukan kemampuannya dalam memimpin maupun berorganisasi maupun memiliki visi," pungkasnya.
Baca juga:
Panitia Munaslub Golkar janji tak akan tagih calon Rp 20 miliar
Kader Golkar diminta saweran untuk penyelenggaraan munas
Syarat Caketum Golkar harus lapor LHKPN ke KPK
JK minta setoran caketum Golkar buat munaslub jangan mahal-mahal
Bertemu Akom, JK minta Caketum Golkar tak boleh punya masalah hukum
Ade Komarudin temui Jusuf Kalla, minta restu maju ketum Golkar