Bamsoet sebut Golkar sulit islah karena beda visi soal kekuasaan
Munas Bali tetap menginginkan berada di KMP, sedangkan Munas Ancol ingin menjadi pendukung pemerintah.
Bendahara Umum Partai Golkar versi Munas Bali Bambang Soesatyo menegaskan sulit terjadi islah antara pihaknya dengan Golkar versi Munas Ancol. Sebab, Munas Bali tetap menginginkan berada di Koalis Merah Putih (KMP) sedangkan Munas Ancol ingin angkat kaki dari KMP dan menjadi pendukung pemerintah.
"Langkah (islah) sudah pernah dilakukan. Tapi ketika bicara kekuasaan, visinya berbeda. Yang satu ingin masuk ke pemerintahan," kata Bambang di ruang Fraksi Golkar, Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/3).
Lebih lanjut, Bambang mengutarakan alasan kuat lain yang menyebabkan islah tak akan terwujud, yakni Golkar versi Munas Bali tetap yakin masih bisa membesarkan partai walaupun tidak berada di pemerintahan.
"Kami ingin besarkan Golkar, yang satu ingin masuk ke pemerintahan. Kami ingin tetap berada di luar kekuasaan tapi kekuatan Golkar masih besar," kata dia.
Seperti diketahui, empat hakim Mahkamah Partai terpecah menjadi dua pendapat. Andi Mattalatta dan Djasri Marin mengesahkan Munas Golkar di Ancol sedangkan Muladi dan Natabaya tidak memberikan pendapat Munas mana yang sah karena kubu Ical akan menempuh kasasi di pengadilan Atas diamnya dua hakim itu, kubu Agung lantas mengklaim kemenangan dan segera mendaftarkan kepengurusannya ke Kemenkum HAM.
Baca juga:
Kubu Agung klaim menang, Bamsoet sebut 'Belanda masih jauh'
Fraksi Golkar: Munas Ancol tak perlu memecat, kami mundur sendiri
Terjepit, Ical siapkan 'peluru' baru untuk Agung
Ical ajukan gugatan baru terhadap Agung Laksono di PN Jakbar
Kubu Agung Laksono sebut Ical dkk haus kekuasaan gugat putusan MPG