Anies Baswedan: Udahlah enggak usah melihat survei terlalu banyak
Anies Baswedan: Udahlah enggak usah melihat survei terlalu banyak. Anies mengaku tak mau banyak melihat hasil survei yang banyak dirilis oleh lembaga survei. Dia hanya ingin konsentrasi dalam menggalang suara untuk memilihnya pada 15 Februari 2017.
Cagub DKI Jakarta nomor 3 Anies Baswedan mengaku heran dengan dua survei yang baru-baru ini dirilis oleh PT Grup Riset Potensial (GRP) dan Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Sebab, dalam dua hari berturut-turut dua lembaga tersebut merilis hasil survei elektabilitas 3 kandidat Pilgub DKI Jakarta.
"Bayangkan, Anda lihat dua hari aja, satu Senin satu Selasa. Beda banget hasilnya. Jadi yang kita percaya mana nih survei senin apa selasa?" tutur Anies di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/1).
Karenanya Anies mengaku tak mau banyak melihat hasil survei yang banyak dirilis oleh lembaga survei. Dia hanya ingin konsentrasi dalam menggalang suara untuk memilihnya pada 15 Februari 2017.
"Karena itu udahlah enggak usah melihat survei terlalu banyak, sekarang kita teruskan konsentrasi kerja," ucapnya.
Anies pun mengaku timnya sendiri memiliki survei internal. Namun tak pernah dipublikasikan. Hasil survei itu pun hanya diketahui internal tim saja.
Namun melihat adanya ketidak berimbangan berbagai hasil survei, timnya pun berniatan untuk mempublikasikan hasil survei pembanding dalam waktu dekat.
"Mungkin yang ini kita terpaksa harus publikasikan supaya bisa menunjukan sebenarnya, seperti apa sih petanya yang sebenarnya. Karena kalau kita lihat secara fair yang sebenarnya, jauh dari hasil-hasil yang fantastis itu," tutur Anies.
"Ini bukan survei internal. Ada survei sebuah lembaga survei yang kami dapat datanya," sambung Anies.
Anies membantah bila survei yang didapatkannya berafiliasi dengan tim Anies-Sandi.
"Bukan-bukan. Kita dengar dari semua survei yang ada selama ini, jangan sampai mengelabui publik. Tunjukan apa adanya, dan gunakan metode yang benar. Karena ada bukunya, how to lie with statistics. Judulnya adalah berbohong dengan statistik," terang Anies.
"Jadi tetap tuh kalau ditanya benar, tapi metodologi yang dipakai adalah yang mengarahkan hasil. Jadi itu letak yang disebut fairness. Saya rasa publik berhak untuk mendapatkan yang fair, dan nanti biar yang memiki informasi yang fair diungkapkan," tutup Anies.
Baca juga:
Datang telat, Ahok semprot panitia minta acara harusnya tak mundur
Disurvei LSI bakal tumbang di putaran pertama Pilgub, ini kata Anies
Polri tegaskan kasus korupsi masjid bukan buat jatuhkan Sylviana
Begini solusi Anies Baswedan tangani anak-anak pecandu rokok
Alumni Universitas Prasetiya Mulya beri dukungan terhadap Ahok
Anak Bung Karno minta Ahok-Djarot kunjungi tempat bersejarah
Pasca debat Pilkada DKI, Twitter catat penambahan follower paslon