Angket KPK bikin Fahri Hamzah dan Presiden PKS ribut lagi
Fahri menyindir Sohibul Iman tak layak menjabat sebagai orang nomor satu di PKS karena menurutnya merupakan sosok yang tak mengerti hukum. "Saya katakan tak layak pimpin partai, kalau partai mau jadi besar bukan mereka yang pimpin, sebab fatal pandangan hukumnya itu nggak ngerti konstitusi, negara," tegas Fahri.
Ribut antara politikus PKS Fahri Hamzah dengan Presiden PKS Sohibul Iman kembali mencuat ke publik. Gara-garanya, Fahri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR itu ngotot menggolkan hak angket DPR terhadap KPK untuk membuka rekaman BAP tersangka pemberi keterangan palsu kasus e-KTP, Miryam S Haryani.
Proses pengambilan keputusan rapat paripurna yang dipimpin Fahri dinilai dilakukan secara sepihak. Sebab dalam rapat paripurna itu, tidak ada kesempatan bagi fraksi-fraksi untuk menyampaikan pandangannya soal angket KPK.
Selain itu, tak ada juga lobi antar partai sebelum angket diputuskan. Dengan memegang palu, Fahri langsung mengetok bila DPR mengusulkan angket terhadap KPK. Sikap Fahri pun menuai banyak kecaman, termasuk dari PKS.
Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan, partainya tegas menolak hak angket Komisi III DPR untuk KPK. Ketegasan itu dibuktikan dengan sikap PKS yang tak menandatangani hak angket tersebut.
"Nah sekarang Anda lihat bukti bahwa PKS sudah menolak tidak ada satu pun anggota fraksi PKS yang menandatangani tidak ada satu pun loh yah," kata Sohibul di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (30/4).
Terkait Fahri Hamzah yang justru memimpin rapat soal hak angket itu, Sohibul pun dengan tegas menyatakan Fahri bukan lagi bagian dari PKS. Sohibul juga tak bertanggungjawab akan Fahri yang turut membubuhkan tanda tangan untuk angket KPK.
"Ya kan Anda tahu Pak Fahri sudah bukan lagi anggota fraksi PKS dan itu hanya akal akalan menulis saja," tegasnya.
Sohibul Iman ©2015 merdeka.com/faiq hidayat
Sohibul menambahkan meski diawal ada beberapa kader partainya yang juga tak sejalan dengan PKS, namun belakangan mereka yang menyetujui hak angket pun akhirnya ikut menolak hak angket tersebut.
Pernyataan Sohibul Iman tersebut membuat Fahri Hamzah geram. Ia mengaku miris dengan sikap Sohibul yang menyebutnya bukan lagi kader PKS. Sebab, meski telah dipecat, Fahri menegaskan telah menang di pengadilan sehingga pemecatan dinyatakan tak sah.
"Katanya saya kan nggak diakui. Saya miris mendengar para pimpinan PKS mempunyai sikap sejelek ini karena akhirnya tak mengerti apa artinya undang-undang," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/5).
Fahri menegaskan, sampai saat ini dirinya masih seorang kader PKS. Dia balik menyindir petinggi PKS lemah dalam memahami hukum karena menyebut dirinya tak lagi kader.
Fahri menyindir Sohibul Iman tak layak menjabat sebagai orang nomor satu di PKS karena menurutnya merupakan sosok yang tak mengerti hukum.
"Saya katakan tak layak pimpin partai, kalau partai mau jadi besar bukan mereka yang pimpin, sebab fatal pandangan hukumnya itu nggak ngerti konstitusi, negara," tegas Fahri.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memecat Fahri Hamzah dari semua jenjang keanggotaannya di partai. Geram atas tindakan partainya yang memecat dirinya, Fahri melakukan serangan balik untuk pimpinan PKS melalui jalur hukum dan masuk ke pengadilan.
Baca juga:
Konsistensi kritikan pedas Fahri Hamzah meski jabatan jadi taruhan
PKS terkesan alergi 'islah' karena gengsi kalah dari Fahri Hamzah
Saat Tifatul dan Fahri Hamzah tak bersedia minta maaf duluan
Tifatul curhat PKS sulit lengserkan Fahri Hamzah dari pimpinan DPR
Pemecatan sudah final, Tifatul tegaskan PKS terus lawan Fahri Hamzah
Akhir manis perlawanan Fahri Hamzah pada penguasa PKS
Fahri Hamzah: Saya mencintai ustaz Salim Segaf dan Hidayat Nur Wahid