LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Anggota DPR RI dan DPRD Sulsel cekcok di kuburan

Anggota DPR RI dan DPRD Sulsel cekcok di kuburan. Percekcokan terjadi saat pemakaman mantan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur. Cekcok itu dimulai dari perdebatan tentang pembangunan waduk Kelara Kareloe.

2017-04-24 05:29:00
DPR
Advertisement

Anggota DPR RI Mukhtar Tompo dan anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Syamsuddin Karlos terlibat percekcokan saat pemakaman mantan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur, Kampung Bungloe, Desa Bontomate'ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Takalar.

"Saya memang lebih muda dari dia (Syamsuddin Karlos) tapi saya menganggap saya lebih dewasa," ujarnya seperti dilansir Antara, Minggu (23/4).

Anggota Komisi VII DPR ini menceritakan, cekcok itu dimulai dari perdebatan tentang pembangunan waduk Kelara Kareloe. Dia mengatakan, saat membahas itu emosi Karlos memuncak hingga berlanjut saling tendang antar keduanya.

Advertisement

"Awalnya itu, saya dipanggil sama teman dan diajak berbincang. Ada juga Karlos di situ dan kemudian Karlos bilang ke saya kalau saya ini tidak paham mengenai waduk Kareloe. Saya paparkan semua hasil kunjunganku dan setelah itu saya diserang sama Karlos dan saya membalasnya. Banyak saksi kok yang lihat itu," jelasnya.

Politisi Hanura yang pernah berselisih dengan mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (FI) Chappy Hakim itu mengaku secara refleks membalas perlakuan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin menamparnya dan menendangnya.

"Dia menendang saya dan saya refleks membalasnya dan menendangnya juga. Setelah itu sudah banyak warga yang melerai kita," ucapnya.

Advertisement

Anggota DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos justru mengaku insiden itu didahului tindakan tidak terpuji Mukhtar Tompo. Dia mengaku tersulut emosi karena Mukhtar melontarkan perkataan tidak pantas untuk didengar yang kemudian membuat dirinya naik pitam. Karlos membantah melakukan penyerangan terhadap Muhtar Tompo.

Baca juga:
Masinton tantang KPK buka rekaman Miryam sebut ditekan anggota DPR
KPK tegaskan MoU dengan Polri dan Kejaksaan bukan saling melindungi
Beredar foto syur mirip keponakan Prabowo, Gerindra tegaskan 'hoax'
KPK tegaskan hak angket BAP e-KTP bisa menghambat penanganan kasus
DPR akan awasi proses hukum polisi penembak 1 keluarga di Honda City

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.