LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Analisa Kenapa Belakangan Ini Jokowi Tampil Menyerang

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menganalisa gaya bicara capres petahana Joko Widodo atau Jokowi yang belakangan kerap tampil menyerang. Menurutnya, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang tegas terhadap isu hoaks.

2019-02-08 03:03:00
Jokowi
Advertisement

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menganalisa gaya bicara capres petahana Joko Widodo atau Jokowi yang belakangan kerap tampil menyerang. Menurutnya, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang tegas terhadap isu hoaks.

"Tampaknya Jokowi merasa perlu menunjukkan kepada masyarakat terutama pendukungnya bahwa dia juga pemimpin yang bisa tegas, bisa memberikan reaksi yang cukup keras terhadap isu-isu yang dianggap hoaks atau tidak benar, atau harus diluruskan," kata dia di Populi Center, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, (7/2).

Kemudian, dari kacamata sejumlah survei, Jokowi ingin mengubah persepsi bahwa sosok tegas identik dengan capres penantang Prabowo Subianto. Maka dari itu, Jokowi ingin membuktikan kepada pendukungnya bahwa dirinya tak kalah tegas oleh Mantan Danjen Kopassus.

Advertisement

"Salah satu keunggulan Prabowo yang terus melekat sampai sekarang adalah tegas, Jokowi kurang di sisi itu, mungkin itu satu yang ingin ditunjukkan oleh kubu Jokowi dan itu mungkin bisa menarik bagi para pendukung Jokowi yang ingin dia tampil tegas," tuturnya.

Selanjutnya, Jokowi ingin mengklarifikasi secara langsung isu-isu yang selama ini dilayangkan kepadanya. Sekaligus, kata Djayadi, Jokowi kemungkinan ingin menyerang pihak lawan yang menuduhnya dengan isu antek asing atau tak peduli dengan Islam.

"Jadi ini bagian dari stategi, atau ini bisa juga wujud dari kesalnya Jokowi terhadap isu-isu itu, karena dia sudah tak bisa menahan terlalu lama dan dia ingin menunjukkan dia tidak suka dengan isu-isu tersebut boleh-boleh saja," tutur Djayadi.

Advertisement

"Cuma jangan sampai itu menunjukkan kesan bahwa dirinya pemimpin yang mudah tersinggung, pemimpin yang lemah atau mengeluh," terang pengamat politik itu.

Baca juga:
TKN Klaim Elektabilitas Jokowi Naik Karena Tidak Joget Saat Debat
Program Perhutani Sosial Jokowi Dinilai Sangat Bermanfaat Buat Petani
Gelar Sidang Tanwir, Muhammadiyah Undang Jokowi dan Prabowo
Sekjen PDIP Nilai Pernyataan Prabowo Hanya Mengulang Narasi 2014
Jokowi Janji Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja di Ponpes
5 Wilayah Jadi 'Pertempuran' Berat Jokowi dan Prabowo

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.