Akbar Tandjung sebut Golkar harus Munas demi Pilkada 2017
Akbar menilai akibat dualisme, partai beringin tak mampu memenuhi target saat Pilkada Serentak pada 2015 lalu.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung menyatakan Munas merupakan solusi mutakhir mengakhiri perseteruan antara Golkar kubu Aburizal Bakrie dengan Golkar kubu Agung Laksono.
Selain agar konflik tak terus-terusan terjadi, Munas merupakan cara terbaik agar Golkar mampu kembali bergigi di Pilkada Serentak tahun 2017. Akbar menilai akibat dualisme, partai beringin tak mampu memenuhi target saat Pilkada Serentak pada 2015 lalu.
"Intinya kami mengusulkan rekonsistensi penyelesaian konflik Golkar antara Munas Bali dan Ancol adalah Munas sesuai AD/ART. Kenapa? Waktu itu kami melihat konflik ini akan terus berkepanjangan. Sebelumnya gitu, mengganggu pilkada. Kalau berkepanjangan akan ganggu pilkada 2017," kata Akbar saat konferensi pers di Akbar Tandjung Institute, Pancoran, Jakarta, Selasa (5/12).
"Pilkada kemarin jauh di bawah ekspektasi kami. Karena kami hanya bisa ikut 116 pilkada dari 269 daerah. Hanya 49 daerah sebagai pemenang," tambahnya.
Akbar mengaku telah melakukan pertemuan dengan salah satu anggota Mahkamah Partai Golkar Andi Matalatta. Dalam pertemuan tersebut, dia meminta agar Mahkamah Partai menjadi penyelenggara Munas.
"Saya juga bilang sama Andi Matalatta. Ini resmi, penyampaian kami ke Mahkamah Partai. Tolong sampaikan ke anggota Mahkamah Partai lain," kata Akbar.
Baca juga:
Konsolidasi kubu Ical di Bali, Golkar merapat ke Jokowi-JK
Ditegur kubu Ical karena dorong Munas, ini kata Akbar Tandjung
Akbar Tandjung sebut Habibie ingin damaikan Agung dan Ical
JK tolak usulan jadi ketua umum Golkar sementara
Pengganti Setya Novanto dibahas dalam rapim sebelum di paripurna