LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Airlangga Tegaskan Maju Lagi Jadi Ketum Golkar

Ketum Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan, konsisten mendampingi Presiden RI, Joko Widodo hingga tahun 2024. Ia pun mengisyaratkan berniat bertahan menduduki posisi jabatan sebagai Ketua Umum Golkar.

2019-06-14 17:57:48
Partai Golkar
Advertisement

Ketum Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan, konsisten mendampingi Presiden RI, Joko Widodo hingga tahun 2024. Ia pun mengisyaratkan berniat bertahan menduduki posisi jabatan sebagai Ketua Umum Golkar.

Ia mengakui bahwa masih banyak pekerjaan pemerintah yang harus dibantu untuk diselesaikan. Terlebih, secara matematis Joko Widodo memenangkan Pilpres 2019.

"Kalau jadi ketum Golkar saya tentunya PR belum selesai, jadi kita lanjutkan," katanya saat ditemui usai acara Halal Bihalal di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Jumat (14/6).

Advertisement

"PR (pekerjaan Golkar) mendampingi pak Presiden sampai 2024," tegas Airlangga.

Pernyataan itu seiring dorongan percepatan munas Golkar yang disuarakan kader Golkar Aziz Sumual. Aziz menganggap Airlangga gagal karena suara Golkar tak mencapai target di Pemilu 2019.

Masa jabatan Airlangga sesuai hasil Munaslub 2017 juga akan habis pada Desember 2019 mendatang. Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono pun mendukung Munas digelar Desember mendatang.

Advertisement

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengaku mendukung penuh Airlangga menjadi Ketua Umum jika masa jabatannya habis.

Menurut Dedi, Partai Golkar bisa keluar dari permasalahan internal pengurus hingga meraih kursi terbanyak kedua skala nasional dengan total 85 kursi DPR RI.

"Pemilu 2019 telah mampu kita lalui dengan berbagai problematika yang kompleks, selama hampir tiga tahun berturut-turut, partai Golkar didera konflik internal, mengalami kepemimpinan ganda dan melaksanakan musyawarah nasional sebanyak empat kali," kata mantan Bupati Purwakarta ini.

Sebelumnya, 25 DPD I dan ratusan pengurus DPD II Golkar disebut ingin mempercepat musyawarah nasional (Munas) untuk mengganti ketua umum Airlangga Hartarto dan sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. Namun, hal itu dibantah oleh pengurus Partai Golkar di Jawa Barat.

Wakil ketua DPD Golkar Jawa Barat MQ Iswara menegaskan isu yang berkembang itu tidak benar. Bahkan, dia mengklaim semua pengurus di tingkat kabupaten kota se-Jabar tetap patuh pada kepemimpinan Airlangga.

Dia pun enggan menganggap kepemimpinan Airlangga gagal. Sebab meski suara menurun, namun posisi Golkar masih berada di urutan empat besar peraih suara terbanyak di tingkat Jabar. Secara nasional, partai juga bisa menempati urutan kedua dalam hal raihan suara.

Di pertengahan pemilu sejumlah survei menunjukkan Golkar terancam terpuruk dan akan turun ke papan tengah karena hasil survei di angka 6 sampai 8 persen, namun hasil membuktikan Golkar masih bertahan di urutan kedua dengan raihan kursi di DPR RI dengan 85 kursi.

"Ketum sudah berhasil mengeluarkan Golkar dari keterpurukan. Jadi kami tidak memberikan pernyataan atau mengusulkan percepatan Munaslub," terangnya.

Aziz Sumual yang juga Mantan ketua DPD Golkar Papua era Setya Novanto ini menyebut, ada 25 DPD I dan ratusan pengurus DPD II Golkar yang bersiap percepat munas.

"25 DPD I dan Ratusan DPD II se-Indonesia yang sudah siap untuk melaksanakan munas paling lambat akhir Juli," terang Aziz.

Dia menyinggung soal gagalnya Airlangga memimpin Golkar. Sebab, target awal, Golkar ingin ada 110 kursi di DPR. Tapi kenyataannya, Golkar hanya memperoleh sekitar 85 kursi di parlemen pusat.

"Agenda Munas menyelamatkan Partai Golkar," terang Aziz.

Baca juga:
Golkar Bahas Kursi Menteri Usai Putusan Sengketa Pilpres di MK
Golkar Terbuka Demokrat Merapat ke Koalisi Jokowi
Rotasi Kader di DPR, Aziz Syamsuddin Jadi Ketua Komisi III
Airlangga Sebut Penambahan Partai Baru Koalisi Jokowi akan Perkuat Parlemen
Rapat Paripurna DPR Diwarnai Interupsi Soal Usulan Pansus Kerusuhan 22 Mei
Usul Koalisi Prabowo Dibubarkan, Demokrat Dianggap Sedang Bingung dan Panik
Tolak Koalisi Dibubarkan, TKN Sebut Kubu-kubuan di Pilpres Tergantung Elite Politik

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.