'Ahok yang meninggalkan PDIP dan meninggalkan Djarot'
Andreas melihat sejak lama Ahok ragu maju melalui jalur independen.
Meski masih dalam proses pengumpulan KTP untuk maju di jalur independen, namun di tengah jalan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bimbang menuju pertarungan Pilgub DKI 2017 mendatang. Ahok membuka peluang kembali untuk mengangkat Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon cawagub-nya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira melihat sejak lama Ahok ragu maju melalui jalur independen.
"Cuma itulah gayanya Pak Ahok yang ngotot. Pak Ahok yang meninggalkan PDIP, meninggalkan Pak Djarot, bukan sebaliknya," kata Andreas melalui pesan singkatnya, Jumat (3/6).
"Kalau Ahok menyadari jalan yang ditempuh salah, harus gentleman dong mengakui jalan yang diambil salah, baru kembali ke jalan yang benar," imbuhnya.
Namun Andreas memastikan bahwa, hingga akhir periode kerja, partainya tetap akan mendukung Ahok dan Djarot. "PDI Perjuangan terbuka, tidak pernah menutup pintu terhadap siapapun baik kader pdi perjuangan maupun non-kader yang ingin diusung oleh PDIP," ungkapnya.
Namun menurut Andreas, jika ingin diusung oleh PDIP, Ahok harus menyerahkan diri sepenuhnya pada mekanisme partai. "Bukan malah mau mengatur partai. Pemimpin yang baik dalam pemerintahannya tetap harus mengikuti mekanisme pemerintahan, bukan mau-maunya sendiri," pungkasnya.
Baca juga:
Ahok: Saya sejak dulu dengan PDIP baik-baik
Biar diusung PDIP, Ahok tegaskan tetap maju lewat jalur independen
Gerindra: Kalau rujuk dengan Djarot berarti Ahok tidak konsisten
PDIP tegaskan jika Ahok mau gandeng Djarot lagi harus lewat partai
Curhatan Heru, pasrah bila Ahok meninggalkannya dan memilih Djarot