Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerindra: Kalau rujuk dengan Djarot berarti Ahok tidak konsisten

Gerindra: Kalau rujuk dengan Djarot berarti Ahok tidak konsisten Ahok lantik Djarot Saiful jadi Wakil Gubernur DKI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan kembali bertarung di gelaran Pemilihan Gubernur DKI 2017. Dia memutuskan maju bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono melalui jalur independen alias tanpa partai.

Namun belakangan ini muncul isu bahwa Ahok bakal rujuk dengan Djarot Saiful Hidayat. Rumor ini menguat setelah Heru Budi Hartono disebut berniat mundur karena tak nyaman dengan serangan politik sejumlah pihak.

Terungkap pula kesepakatan antara Ahok dengan Djarot bahwa mereka akan kembali rujuk bila target tim pendukung, Teman Ahok untuk mengumpulkan sejuta KTP dukungan tidak tercapai. Sehingga, Ahok disebut bakal mengubah haluan maju bersama Djarot melalui jalur partai.

Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Gerindra, Syarif mengatakan bila Ahok berubah pikiran dan kembali menggandeng Djarot, maka mantan bupati Belitung Timur itu dinilai tidak konsisten dan mengecewakan banyak pihak terutama Teman Ahok.

"Jika wacana Ahok-Djarot terjadi artinya kan Ahok putar haluan maju lewat jalur Partai. Jika demikian terjadi Ahok berarti memang tidak konsisten," kata Syarif saat dihubungi, Jumat (3/6).

"Ketidakkosistenan Ahok makin menunjukkan sikap Ahok yang memang akan menyakiti Teman Ahok," tambahnya.

Politisi Gerindra ini percaya PDIP tidak akan memberikan restu kepada Ahok untuk menjadikan Djarot sebagai pendampingnya jika melalui jalur perseorangan.

"Saya percaya pimpinan PDIP DKI yang sudah menyatakan tidak mendukung calon dari jalur perseorangan," tegas Syarif.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP