Ahok sebut pemimpin bukan raja yang bekerja semaunya
Gubernur, presiden atau pun kepala daerah lain hanya seorang administrator. Ahok menyebut pemimpin bukan bekerja semau-maunya seperti seorang raja. Tapi kami bekerja dalam bingkai konstitusi, dalam bingkai cita-cita proklamasi.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama kembali mengingatkan bahwa Gubernur DKI Jakarta hanyalah seorang administrator. Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tugas mengadministrasi keadilan sosial sebenarnya bukan hanya tugas Gubernur. Presiden sekalipun tugasnya mengadministrasi keadilan sosial.
"Gubernur, presiden atau pun kepala daerah lain itu hanya seorang administrator. Tapi pengertian kita, kami bukan bekerja semau-maunya seperti seorang raja. Tapi kami bekerja dalam bingkai konstitusi, dalam bingkai cita-cita proklamasi," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, ketika seseorang mau mewujudkan keadilan sosial, maka harus cakap administrasi. Kini keputusan berada di tangan masyarakat ibu kota mengenai sosok yang tepat menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.
"Jadi sebetulnya hari ini orang Jakarta diawali mau enggak memilih orang yang cakap menjadi administrator dalam rangka mengadministrasi keadilan sosial tadi. Artinya kami tidak bela orang miskin saja, tidak bela orang kaya, bukan. Kami berbicara keadilan, kami tidak berpihak dengan siapapun selama dia melanggar aturan," tegasnya.
Jika pemimpin dapat mengadministrasi keadilan sosial, maka kesejahteraan dapat dirasakan setiap lapisan masyarakat. Namun, syarat utama agar hal tersebut dapat terwujud adalah dengan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
"Kami harus bisa mengadministrasi dengan baik sehingga semua orang merasakan keuntungan memilih kami menjadi administrotor. Dan tentu administrator syarat utamanya tidak boleh terima suap, tidak boleh memihak hanya ikut pada konstitusi sehingga tercapailah keadilan sosial yang sesuai dengan cita-cita proklamasi," tutupnya.
Baca juga:
Belajar dari Habibie, Ahok sampaikan matur nuwun dan sugeng dalu
Agus: Jangan gara-gara 4 bulan kampanye politik kita tersekat-sekat
AHY: Di kepala saya hanya strategi untuk menang Pilgub DKI Jakarta
Ganjar klaim penampilan Ahok-Djarot bagus di debat terakhir
Anies: Kami sudah ikhtiar, warga Jakarta ingin gubernur baru
KPU DKI sebut selama masa kampanye 3 paslon suka saling sindir