Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belajar dari Habibie, Ahok sampaikan matur nuwun dan sugeng dalu

Belajar dari Habibie, Ahok sampaikan matur nuwun dan sugeng dalu Debat pilgub DKI 2017. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama kerap mendapatkan sorakan dari pasangan lawannya setiap kali ingin menjawab pertanyaan dalam debat terbuka terakhir. Terutama saat dia menjawab pertany‎aan yang diajukan oleh pasangan calon lain.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan,‎ dirinya telah mendapatkan pelajaran agar tetap tenang saat menghadapi situasi seperti itu. Dia mengaku mendapatkan ilmu itu dari Presiden ke-3 RI Habibie.

‎"Itu mah gampang banget. saya diajari oleh Pak Habibie, di dalam hati menangis pun, sakit pun tetap tersenyum. Karena Ahok menjadi Basuki," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2).

Dia menambahkan, kini dia berusaha berubah dari awalnya sering betutur kata kasar menjadi lebih baik. Untuk itu, mantan Bupati Belitung Timur ini menutup debat terakhir ini dengan ucapan bahasa jawa.

"Makanya saya tutup dengan mengakhiri matur suwun, sugeng dalu," tutupnya.

Disinggung kembali soal pernyataan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sylviana Murni yang menudingnya sebagai sosok yang tidak pro terhadap perempuan, Ahok menjawab santai. Namun dia menjelaskan, permasalahan saat itu soal adanya seorang ibu yang menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan menarik tunai.

Dia bahkan bingung mengapa Sylvi menganggap dirinya menjadi sosok yang tidak mendukung program perempuan. Sebab selama masa kampanye mantan Bupati Belitung Timur ini terus mendapatkan sambutan baik dari ibu-ibu dan perempuan.

"Saya dibilang orang kalau saya menyerang perempuan, dia (Sylvi) bilang kaum perempuan, buktinya kaum perempuan seneng foto-foto sama saya," katanya.

Ahok mengaku harus memberikan peringatan kepada ibu yang melanggar aturan. ‎Dia menegaskan, tidak peduli apakah laki-laki atau perempuan selama berlaku curang maka akan diingatkan.

"Saya sampaikan tadi seperti orang tua pada anak. Kita mau perempuan, mau laki ketika kamu mulai curang, kamu nakal, tentu sebagai orang tua kita menghardik. Itu yang kita lakukan," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP