Ahok, Agus Yudhoyono dan Ridwan Kamil masuk bursa Pilpres 2019
Ahok, Agus Yudhoyono dan Ridwan Kamil masuk bursa Pilpres 2019. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, beberapa nama baru muncul dalam kandidat calon presiden. Namun, dia mengaku kaget karena nama anak Presiden Indonesia ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul sebagai kandidat.
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Agus Harimurti Yudhoyono masuk dalam bursa calon Pilpres 2019. Nama mereka muncul dalam survei yang diselenggarakan oleh Indo Barometer tentang evaluasi publik dua setengah tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, beberapa nama baru muncul dalam kandidat calon presiden. Namun, dia mengaku kaget karena nama anak Presiden Indonesia ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul sebagai kandidat.
"Calon presiden terkuat jika Pilpres hari ini adalah Jokowi dengan 45,6 persen jauh di atas Prabowo Subianto 9,8 persen, Basuki Tjahaja Purnama 8,7 persen; Ridwan Kamil 3,5 persen; Agus Harimurti Yudhoyono 2,5 persen," katanya di Jalan Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (22/3).
Dia mengungkapkan, ada beberapa nama juga yang masuk dalam bursa tetapi tidak memiliki presentase tinggi. Seperti Anies Baswedan, Megawati Soekarnoputri, Gatot Nurmantyo dan Tommy Soeharto. Walaupun begitu, nama Agus tetap yang paling fenomenal.
"Nama Agus ternyata muncul, ikut pentas daerah sudah ada di pentas nasional dan sudah masuk lima besar," tutupnya.
Survei dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang. Di mana margin of error sebesar plus minus 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia.
Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan. Di mana waktu pengumpulan data dari tanggal 4-14 Maret 2017.
Baca juga:
NasDem dukung Jokowi di 2019, PDIP sebut politik persaudaraan
Perubahan sistem Pemilu hanya dianggap 'gali lubang tutup lubang'
Survei: Rakyat ingin pilih kandidat dalam pemilu, bukan partai
PDIP belum berpikir duetkan Jokowi-Ahok di Pilpres 2019
Setya Novanto pimpin rapat Golkar bahas persiapan Pemilu 2019
PPP Djan Faridz setia pada PDIP untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019
Idrus Marham akui kasus e-KTP ganggu Golkar hadapi Pemilu 2019