LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Agung Laksono kesal susunan fraksi di DPR belum dirombak

Agung menjelaskan, pimpinan DPR seharunya menaati peraturan dan Undang-Undang yang berlaku.

2015-04-06 21:50:30
Kisruh Golkar
Advertisement

Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, merasa kesal dengan sikap pimpinan DPR yang hingga kini belum juga merombak susunan fraksi partai beringin di parlemen. Menurut Agung, sejak disahkan oleh Menkum HAM, struktur Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR seharusnya telah dirombak dan diisi oleh nama-nama yang sudah diajukan olehnya.

"Saya sudah kirimkan surat kepemimpinan DPR agar struktur fraksi Golkar dirubah. Tapi terkesan tidak diindahkan (tidak peduli) biar bagaimanapun, fraksi alat kelengkapan partai. Kepanjangan tangan partai, alat kelengkapan dewan itu bersifat penting," jelas Agung di kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (6/4).

Agung menjelaskan, pimpinan DPR seharunya menaati peraturan dan Undang-Undang yang berlaku dalam menjalankan tugasnya. Karena menurut Agung, dengan menghiraukan surat perombakan yang dikirim oleh pihaknya, pimpinan DPR sudah melakukan penyalahgunaan wewenang.

"Mestinya DPR menghormati putusan pemerintah. Ini sudah menjadi Abuse of Power terjadi kesewenangan-wenangan. Apalagi ada pimpinan lain yang mencampuri urusan rumah tangga orang lain," jelasnya.

Mantan ketua DPR ini menuturkan, dengan membiarkan kubu Aburizal Bakrie masih menjabat sebagai pimpinan fraksi di DPR, maka menurutnya pimpinan telah membiarkan fraksi ilegal di parlemen.

"Jelas lah, pimpinan dewan telah memelihara fraksi yang liar. Kenapa liar, karena berinduk pada partai yang tidak berlaku lagi. Misalnya, kayak dulu saya Menteri masa masih ngaku-ngaku menteri, gak bisa ada batas waktunya. Jadi kalau induknya sudah selesai, begitu juga fraksinya. Saya kira itu saja. Jadi tidak perlu rebut-rebutan mestinya, kesadaran saja," pungkasnya.

Baca juga:
Sempat dicecar, Yasonna tetap berbincang akrab dengan loyalis Ical
'Kader Golkar yang gabung ISIS, diminta kembali ke jalan yang benar'
Loyalis Ical mengaku menyesal punya teman seperti Yasonna Laoly
Agung Laksono ngotot pertahankan Kantor DPP Golkar dari kubu Ical
Minta tak 'di-golkarkan', Ibas harap Jokowi jaga kedaulatan politik

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.