Agun Gunandjar minta Ical dan Agung pentingkan partai ketimbang ego
Agun dorong digelarnya munas untuk persatukan dua kubu yang berseteru.
Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan bahwa konflik sengketa internal Partai Golkar terjadi akibat saling klaim kubu mana yang sah menjadi penerus Munas Riau.
"Konflik ini bukan lagi antara antara Bali dan Ancol akan tetapi konflik klaim kepengurusan DPP di internal hasil Munas Riau, yang masih belum dapat bersatu kembali dalam DPP hasil Munas Riau," ujar Agun dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/1).
Menurut Agun, Pemerintah melalui Kemenkum HAM dalam hal ini konsisten untuk penyelesaian kisruh atau konflik Golkar dengan tetap berpedoman pada UU Parpol. Pemerintah hanya akan menerbitkan SK baru, melalui mekanisme penyelesaian melalui rembug internal.
"Mekanisme internal dalam AD/ART mengatur tentang sejumlah rapat-rapat dan musyawarah, untuk tingkat pusat ada Rapimnas dan Munas. Hal ini dapat dilakukan apabila kedua kubu lebih mengedepankan kepentingan keselamatan atau keutuhan partai daripada ego semata, untuk membicarakannya," tuturnya.
Namun apabila kedua kubu antara Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical) belum berpikir yang sama, dapat meminta Mahkamah Partai hasil Munas Riau untuk menyelesaikannya konflik kepengurusan ini. Pasalnya Mahkamah Partai tersebut baru bisa dihentikan masa kerjanya ketika muncul Mahkamah Partai yang baru.
"Golkar hanya akan selamat apabila dikelola secara demokratis, dengan mengedepankan masa depan partai. Golkar akan selamat memasuki Pilkada 2017, pileg dan pilpres serentak pada tahun 2019, apabila Golkar utuh, bersatu, demokratis, regeneratif, dan merakyat. Dan itu hanya bisa ditempuh melalui Forum Munas kembali yang disuarakan wantim, sepuh, pakar, tokoh dan anak muda Golkar, bahwa mekanisme hukum tidak akan menyelesaikan kisruh Golkar," pungkasnya.
Baca juga:
Akbar Tandjung sebut Ical ingkar janji soal akhiri konflik Golkar
Tunggakan listrik kantor Golkar tanggung jawab Ical dan Agung
Pengurus tidak sah, cuma Mahkamah Partai Golkar yang masih diakui
Kemelut Golkar, Syahrul Yasin Limpo mulai bidik kursi Ketua Umum
Kubu Agung Laksono tak becus urus kantor gimana partai?
Gara-gara tunggakan listrik & PBB, kubu Agung dan Ical memanas lagi
Ceu Popong: Pak Agung ya kudu bayar listrik atuh