9 Kandidat Pilpres internal PKS, Aher dan Hidayat Nur Wahid tertinggi
Menurutnya, urutan dari sembilan nama diumbar ke media disusun berdasarkan elektabilitas dalam internal partai. Mulai dari Aher hingga Mardani Ali Sera.
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan, sembilan nama calon presiden atau calon wakil presiden dari partainya memiliki elektabilitas yang baik. Dari sembilan nama itu, elektabilitas tertinggi diraih oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).
"Ya kalau di PKS kan objektifnya dari sembilan nama itu, suara terbanyak adalah Pak Aher," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).
Menurutnya, urutan dari sembilan nama diumbar ke media disusun berdasarkan elektabilitas dalam internal partai. Mulai dari Aher hingga Mardani Ali Sera.
"Nomor satu Pak Aher, nomor dua saya, nomor tiga Pak Anis Matta, nomor empat Pak Irwan Prayitno, nomor lima Shohibul Iman dan seterusnya sampai nomor sembilan. Jadi kalau Pak Aher paling kuat ya karena beliau memang pilihan tertinggi dari proses penjaringan di PKS," ungkapnya.
PKS, kata Hidayat, belum mengkomunikasikan lebih lanjut ke Gerindra soal elektabilitas Aher yang tinggi. Sebab hal itu masih bersifat dinamis.
"Kalau itu belum pada sampai tingkat urutan semacam itu. Itu masih jalan dalam konteks yang sangat dinamis dan semuanya masih dikomunikasikan," ucapnya.
Selain di internal, Aher juga memiliki elektabilitas yang tinggi di masyarakat. Namun, tingginya elektabilitas tidak membuat Aher selalu diutamakan oleh PKS.
"Pak Ahmad Heryawan di tingkat publik sangat dikenal sebagai Gubernur di provinsi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar, dengan masa jabatan dan penghargaan yang banyak. Dan penghargaan ini bukan diberikan PKS," tandasnya.
Baca juga:
Survei Median: Meski elektabilitas naik, lebih banyak yang tak memilih Jokowi
Idrus Marham prediksi Jokowi menang 65 persen di Pilpres 2019
PPP sebut Prabowo masih berpeluang cawapres Jokowi jika ada komunikasi
Survei Median: Pendukung Jokowi dan Prabowo konsisten terpecah, bagai minyak dan air
Survei Cawapres Median: Habib Rizieq ungguli Risma & Sri Mulyani
Fadli Zon bantah Prabowo kirim tim ke Jokowi: Romy enggak usah ikut campur
Survei Median: Elektabilitas Jokowi dan Cak Imin naik, Prabowo turun