LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

76 Tahun Merdeka, Politisi PKS Nilai Indonesia Cenderung Dikuasai Oligarki

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto menilai, pada usia yang telah genap menginjak 76 tahun, Indonesia cenderung dikuasai oleh golongan orang-orang berduit ketimbang menjunjung asas demokratis. Di antaranya adalah dalam penanganan pandemi Covid-19 yang hingga sekarang belum selesai.

2021-08-18 11:22:41
HUT RI
Advertisement

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto menilai, pada usia yang telah genap menginjak 76 tahun, Indonesia cenderung dikuasai oleh golongan orang-orang berduit ketimbang menjunjung asas demokratis. Di antaranya adalah dalam penanganan pandemi Covid-19 yang hingga sekarang belum selesai.

Bahkan Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan tingkat positive rate yang tinggi, yaitu sekitar 20 persen dan tingkat kematian di atas seribu orang per hari.

"Penanganan pandemi terkesan grusa-grusu, cenderung trial by error dan kurang didasarkan pada pertimbangan ilmiah atau scientific based," ujar Mulyanto dalam keterangan tulis, Rabu (18/8).

Advertisement

Politisi PKS itu menambahkan, hal ini diperparah dengan pengelolaan negara dalam kondisi krisis seperti cenderung mengarah kepada pendekatan kekuasaan daripada pendekatan demokratis.

"Pemerintah terkesan lebih mempertimbangkan saran pengusaha daripada pendapat para ahli kesehatan," kata Mulyanto.

Hal lain yang disorot Mulyanto adalah diterbitkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, yang cenderung memanjakan pengusaha dan investor. Termasuk juga dengan revisi UU Minerba, di mana Pemerintah seperti menggelar karpet merah bagi para pengusaha besar tambang.

Advertisement

Belum lagi terkait dengan penanganan korupsi. Mulyanto menilai pemberantasan korupsi semakin merosot sejak UU KPK direvisi, yang membuat peran komisi antirusuah itu menjadi mandul. Karena, KPK akan kehilangan banyak penyelidik andal, yang selama ini mengharumkan nama baik KPK.

"Miris kita melihat penanganan korupsi saat ini. Jumlah kasus dan kerugian negara terus meningkat. Tapi anehnya hukuman bagi koruptor malah mendapat korting besar. Aparat hukum yang terbukti terlibat malah diberi diskon hukuman," imbuh Mulyanto.

Terakhir Mulyanto prihatin dengan munculnya ide masa jabatan presiden tiga periode. Menurutnya ini ide nyeleneh yang inkonstitusional. Sebagai Anggota MPR RI, Mulyanto menolak wacana itu.

"Ide itu bertentangan dengan cita-cita reformasi. Setback kita," tandas Mulyanto.

Reporter: Yopi Makdori/Liputan6.com

Baca juga:
Istana Soal Mural Jokowi 404 Not Found: Melawan Hukum Kalau Tak Ada Izin
Survei IPO: PDIP, Golkar, Gerindra 3 Besar, Elektabilitas PAN Salip PKS
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Meninggal Dunia
Anggota DPRD Ini Siap Gajinya Dipotong Bantu Warga Terdampak Covid
Tak Antivaksin, PKS Yogyakarta Gelar Vaksinasi Massal Covid-19

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.