Zulkifli Hasan: Tak usah saling klaim bebaskan 10 sandera WNI
“Hentikan kegaduhan," kata Zulkifli.
Dari 14 sandera WNI, baru 10 orang yang berhasil kembali dari sekapan Abu Sayyaf. Namun sekembalinya sandera tersebut ke tanah air justru menimbulkan pro dan kontra.
Polemik itu misalnya, soal apakah ada uang tebusan atau tidak, dan juga soal siapa yang paling berperan dalam pembebasan sandera tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, meminta semua pihak agar tak saling menyalahkan dan membuat opini baru.
“Hentikan kegaduhan. Mereka itu sudah membantu anggap saja sebagai amal soleh. Tak usah saling mengklaim,” jelas Zulkifli saat ditemui usai acara Safari Kebangsaan PAN di Kabupaten Purwakarta, Kamis (5/5).
Zulkifli mengatakan, semua orang harus menerima apa pun yang terjadi terhadap upaya pembebasan 10 WNI tersebut. Termasuk orang atau kelompok yang dianggap berperan dalam pembebasannya beberapa waktu lalu.
“Kalau saling mengklaim berarti itu tidak ikhlas. Jangan-jangan ada udang di balik batu. Biarkan amal soleh itu dicatat dalam sejarah dan pahala nanti,” ucapnya.
Saat ini, kata dia, lebih baik kembali focus terhadap pembebasan empat sandera lainnya yang masih menjadi tawanan Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina.
“Kita harus fokus pada empat orang lagi, bagaimana caranya mereka bisa pulang dengan selamat. Semuanya ayo kita bekerja,” tutup pria yang juga Ketum PAN ini.
Baca juga:
JK soal 4 WNI masih disandera Abu Sayyaf: Sedang diusahakan
Indonesia apresiasi pemerintah Filipina bantu bebaskan 10 WNI
Abu Sayyaf kembali ancam penggal sandera Kanada dan Norwegia
Fadli Zon tak soal bebaskan 4 WNI sandera Abu Sayyaf pakai tebusan
Saling klaim punya peran, bukti pembebasan 10 WNI dipolitisasi