Yusril sebut demo 4 November akibat Ahok kurang tulus minta maaf
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, melihat rencana demo besar ormas Islam pada 4 November nanti, akibat Basuki T Purnama alias Ahok dianggap tidak dari hati meminta maaf. Apalagi kasus dugaan penistaan dilakukan Ahok dianggap mayoritas umat Islam sudah keterlaluan.
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, melihat rencana demo besar ormas Islam pada 4 November nanti, akibat Basuki T Purnama alias Ahok dianggap tidak dari hati meminta maaf. Apalagi kasus dugaan penistaan dilakukan Ahok dianggap sebagian umat Islam sudah keterlaluan.
"Ahok memang sudah minta maaf. Tapi dengan gaya bahasa Ahok yang khas, permohonan maafnya dinilai kurang tulus. Ahok tidak merasa bersalah, apalagi menyesal atas ucapannya," kata Yusril dalam keterangannya, Selasa (1/11).
Menurut Yusril, Ahok hanya meminta maaf lantaran telah membuat kegaduhan akibat sindirannya soal surah Al Maidah ayat 51. Hal ini membuat sebagian masyarakat geram. Seharunya, kata dia, calon gubernur petahana itu menyesali atas ucapannya.
"Permintaan maaf seperti itu tidak meredakan kejengkelan. Eskalasi kejengkelan malah makin besar," jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Yusril, belum tegasnya aparat hukum menindak Ahok juga membuat publik semakin meradang. Bahkan dia merasa bahwa ada kecenderungan untuk melindungi Ahok dalam kasus ini.
"Aparat penegak hukum kurang sigap, bahkan dianggap cenderung melindungi Ahok, maka timbullah tekanan agar Ahok segera diperiksa, bahkan ditangkap," ujarnya.
Yusril juga menilai inisiatif Ahok mendatangi Bareskrim tidak berguna. Sebab, dalam hukum acara, langkah dilakukan Ahok tidak dianggap.
Akibat lemahnya sikap kepolisian dengan kasus ini, Yusril merasa umat Islam telah kehilangan kekuatan politik dalam mendesak sebuah tuntutan. Sehingga unjuk rasa dianggap jalan terbaik untuk mewujudkan itu.
"Energi terbuang begitu besar hanya karena menuntut agar Ahok diperiksa, ditangkap dan diadili," terangnya.
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu merasa rencana demo besar-besaran kepada Ahok sudah tidak bisa dibendung lagi. Untuk itu dia merasa para aparat keamanan perlu memberi pengamanan dalam mengawal jalannya aksi. Diharapkan juga demo nanti tidak akan ada korban jiwa akibat tembakan para aparat.
Baca juga:
Membaca maksud dan tujuan Jokowi temui Prabowo di Hambalang
Jelang demo 4 November, ratusan polisi dirikan barak di Balai Kota
Buntut ucapan Ahok soal Surah Al Maidah & ancaman demo besar-besaran
Anton Medan tak tinggal diam jika demo Ahok berujung rusuh
Megawati bela mati-matian Ahok di Pilgub DKI