LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Yusril desak KPK usut dugaan kasus penipuan PT Sipoa

Yusril desak KPK usut dugaan kasus penipuan PT Sipoa. Para pendemo rata-rata korban PT Sipoa juga mengancam akan terus menggelar aksi secara berkelanjutan kasus tersebut selesai dan para korban kembali mendapatkan uangnya secara utuh

2018-09-27 19:39:33
Kasus penggelapan
Advertisement

Belum putus asa, korban kasus dugaan penipuan dan penggelapan PT Sipoa kembali melakukan aksi yang keempat kalinya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/9).

Masih seperti tiga aksi sebelumnya, massa aksi menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi proses persidangan karena menengarai ada hakim yang 'main mata', serta meminta pengacara kondang, Yusril Ihza Mahendra mendampingi kasusnya.

"Kami kembali meminta agar KPK turun menyelesaikan masalah ini, khususnya mengaudit hakim-hakim yang menangani kasus penipuan dan penggelapan PT Sipoa ini," kata salah satu pendemo dalam orasinya.

Advertisement

Para pendemo rata-rata korban PT Sipoa juga mengancam akan terus menggelar aksi secara berkelanjutan kasus tersebut selesai dan para korban kembali mendapatkan uangnya secara utuh. "Kami akan terus melakukan," katanya lagi.

Sementara Yusril yang kembali hadir di tengah-tengah para pendemo mengatakan, bahwa kasus PT Sipoa ini kasus besar dan ada indikasi pencucuian uang. Untuk itu, KPK memang harus ikut turun menangani.

"Saya setuju jika massa aksi (korban PT Sipoa) meminta KPK untuk turun menindak kasus ini, bahkan indikasi pencucian uang di sini sangat terlihat sekali," ungkap Yusril yang datang di PN Surabaya ini dalam rangka mendampingi bos PT gala Bumi Perkasa (GBT), Henry J Gunawan yang kembali menjalani sidang kasus Pasar Turi hari ini.

Advertisement

Pengacara yang juga Ketum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) ini juga mengaku telah banyak menerima kuasa dari korban PT Sipoa. "Sampai saat ini kisaran 30-an kuasa yang saya tanda tangani. Di kantor law firms saya di Bali, saya menerima belasan kuasa dari para korban penipuan Sipoa, di Surabaya saya menerima 20-an. Ini juga masih berlanjut, masih banyak yang menyusul," akunya.

Yusril juga mengungkap, penanganan kasus PT Sipoa ini masih pemain kecil yang diproses. Belum 'kakapnya'. Dalam kasus ini, dia menilai ada aliran dana masuk ke kentong (salah satunya) Tegus Kinarto Tee. Yusrilpun berjanji akan mendampingi dan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.

Yusril bahkan mengaku, juga sudah mengirimkan surat ke Mabes Polri dan kejaksaan. "Suratnya itu dari saya mewakiki kepentingan masyarakat korban PT Sipoa ini, saya harap ini dapat diselesaikan," katanya.

"Aliran dana di dalamnya besar sekali, ini juga nilai transfernya visa di telisik oleh PPATK, kalau ini tidak diungkap masyarakat akan terus menerus dijadikan korban," tandasnya.

Sekadar tahu, Teguh Kinarto Lee merupakan bos PT Joyo Masyhur yang tengah berseteru dengan Henry soal Pasar Turi. Bersama bos PT Siantar Top, heng Hok Soei, Teguh melaporkan Henry ke Bareskrim Mabes Polri soal kasus penipuan dan penggelapan proyek Pasar Turi yang saat ini tengah disidangkan.

Baca juga:
Sri Mulyani soal kasus SNP Finance: Kita sudah koordinasi sama OJK
Polisi ajukan cekal 3 DPO pembobol 14 bank Rp 14 T ke luar negeri
Ini modus Nadia kelabui leasing saat kredit mobil untuk dijual kembali
Sidang praperadilan kasus penggelapan Gunawan Jusuf dihentikan hakim
Gelapkan 11 mobil kredit, Nadia diciduk polisi
Gelapkan mobil kredit, Nadia jual Pajero Dakar 2017 'cuma' Rp 150 juta
KPK didesak usut dugaan penipuan & penggelapan PT Sipoa di Surabaya

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.