LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Yudi Latief sebut UKP-PIP kesulitan koordinasi dengan kementerian

Yudi membantah pertemuan dengan Presiden untuk meminta jabatannya dibuat setara dengan seorang menteri. Dia mengaku pertemuan dengan Presiden guna membahas agenda UKP-PIP dalam satu bulan ke depan. Terlebih, ia mengaku permintaan menaikkan jabatannya setara menteri berasal dari Dewan Pengarah bukan inisiatif pribadi

2017-07-19 20:30:00
Unit Kerja Pancasila
Advertisement

Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menilai pihaknya sangat sulit melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dalam rangka melakukan pembinaan Ideologi Pancasila. Hal ini dikarenakan Unit Kerja hanya setara dengan Dirjen Kementerian sehingga tak setara dengan seorang menteri.

"Agak susah itu kalau itu selevel di bawah menteri mengkoordinasikan menteri agak susah. Kemudian saya kira kan Pancasila ini urusan yang sangat luas dimensinya karena mencakup semua aspek kehidupan," kata Yudi usai menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/7).

Yudi membantah pertemuan dengan Presiden untuk meminta jabatannya dibuat setara dengan seorang menteri. Dia mengaku pertemuan dengan Presiden guna membahas agenda UKP-PIP dalam satu bulan ke depan. Terlebih, ia mengaku permintaan menaikkan jabatannya setara menteri berasal dari Dewan Pengarah bukan atas inisiatif pribadi.

Selain dengan para menteri, Yudi menjelaskan koordinasi dengan para Gubernur juga menjadi sangat penting. "Indonesia adalah satu wilayah yang sangat luas meskipun kalau BP7 (Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila) dulu sampai ke tingkat kabupaten punya organnya. Kalau ini kan satu unit kecil saja tapi punya garapan yang sangat luas," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Ahmad Syafi'i Ma'arif (Buya Syafi'i) mengatakan akan segera melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Pertemuan tersebut untuk menyampaikan usulan ke Kepala Negara untuk merubah Keppres Nomor 54 Tahun 2017 tentang UKP- PIP. Tujuannya agar kewenangan unit kerja ini diperluas.

"Nanti mau ketemu unit kerja Presiden. Langsung dipanggil secepatnya karena Keppres itu tugasnya besar tapi wewenangnya enggak ada. Kecil sekali kewenangannya, jadi mau diubah. Nanti mau diperbaiki Perpres itu supaya ada wewenang gitu lho," kata Buya Syafi'i di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Apabila Keppres itu diubah, Buya Syafi'i mengatakan maka Kepala UKP-PIP yaitu Yudi Latief akan setara dengan menteri. Menurut Buya, perubahan tingkatan ini diperlukan untuk memudahkan UKP-PIP melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian soal pembinaan Pancasila.

"Kalau sekarang Keppres yang nomor 54 itu, itu Yudi Latief setingkat Dirjen. Bagaimana mau memanggil menteri enggak bisa. Ini memang kurang cermat membuatnya," ujarnya.

Menanggapi permintaan itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan akan terlebih dahulu menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Itu menunggu arahan Presiden," ujarnya.

Baca juga:
Megawati: Untuk Pancasila, apapun saya siap
Buya Syafi'i minta Jokowi setarakan UKP-PIP dengan Kementerian
Yudi Latief puji Jokowi: Tak semua presiden kehilangan nalarnya
Yudi Latief lantik tiga deputi UKP Pembinaan Ideologi Pancasila
SBY tersinggung Demokrat dianggap mualaf Pancasila dan Kebhinnekaan
Ini yang akan dilakukan UKP-PIP membumikan Pancasila
Kepala UKP-PIP serahkan tiga nama calon deputi ke Seskab

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.