Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Relawan
Penetapan Yogyakarta sebagai Kota Relawan tak lepas dari peristiwa gempa bumi 2006 dan erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. kesukarelawanan dan keikhlasan masyarakat Yogyakarta sudah teruji sejak dahulu. Bahkan sejak zaman penjajahan Belanda.
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menetapkan Yogyakarta sebagai Kota Relawan. Penetapan Yogyakarta sebagai Kota Relawan berbarengan dengan peringatan pertama International Volunteer Day yang diselenggarakan di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Minggu (4/12) pagi.
Penetapan Yogyakarta sebagai Kota Relawan tak lepas dari peristiwa gempa bumi 2006 dan erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Proses rehabilitasi, rekonstruksi, dan terapi psikososial paska bencana yang dilakukan di Yogyakarta menjadi salah satu penanganan bencana tercepat di dunia.
"Upaya tersebut sesungguhnya tidak mudah, tetapi ternyata bisa dilakukan saat masyarakat terdampak Merapi di sini seiring dengan rehabilitasi dan rekonstruksi. Tindakan terbaik ini karena adanya kebersamaan dan gotong royong dalam hal kerelawanan sosial masyarakat di Yogyakarta sudah tumbuh dengan baik," ujar Khofifah.
Selain karena peristiwa gempa bumi 2006 dan erupsi Gunung Merapi 2010, Khofifah menuturkan bahwa kesukarelawanan dan keikhlasan masyarakat Yogyakarta sudah teruji sejak dahulu. Bahkan sejak zaman penjajahan Belanda kesukarelawan dan keikhlasan Yogyakarta sudah dilakukan oleh masyarakat.
"Dulu pada zaman penjajahan, Belanda meninggalkan Yogyakarta karena kegigihan dan kebersamaan warga masyarakatnya. Kesukarelawanan serta keikhlasan masyarakat Yogyakarta teruji sejak bangsa ini belum merdeka," ungkap Khofifah.
Khofifah menambahkan bahwa relawan penting untuk diperingati dalam hari khusus. Ini seiring dengan deklarasi di PBB pada September 2011 tentang pentingnya private public partnership.
"Seluruh dunia membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan nonpemerintah, dalam hal ini yang dimaksud adalah relawan. Event ‘International Volunteer Day’ menjadi pengingat dan perekat Indonesia sebagai sebuah bangsa maupun sebagai negara yang menjadi bagian dari bangsa-bangsa di dunia," ucap Khofifah.
Baca juga:
Mensos resmikan Difabel Tanggap Bencana di Yogyakarta
Mbah Paiyem, tetap setia jualan ronde di usia senja
Pariwisata DIY gencar promosikan Geopark Gunung Sewu
Operasi zebra, pelajar & mahasiswa di Yogya paling banyak melanggar
Jalan Malioboro ditutup, seniman meriahkan aksi Nusantara Satu