Operasi zebra, pelajar & mahasiswa di Yogya paling banyak melanggar
Merdeka.com - Belasan pengendara kendaraan bermotor terjaring selama Operasi Zebra Progo 2016 digelar. Jumlah pengendara yang terjaring ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
"Dibandingkan tahun lalu dari pelanggaran sudah menurun. Berdasarkan catatan Ditlantas Polda DIY pada operasi Zebra 2016 ini total ada 13.039 pelanggaran. Dengan sanksi tilang sejumlah 9.013 dan sanksi teguran sebanyak 4.026," ujar Kabag Binops Ditlantas Polda DIY, AKBP Sutarno, Kamis (1/12).
Sutarno menambahkan bahwa hasil operasi Zebra Progo 2015 yang lalu mencatat sebanyak 17.589 pelanggaran. Rincian sanksi tilang berjumlah 10.725 dan sanksi teguran 6864.
"Untuk tahun operasi Zebra Progo 2016 kali ini ada beberapa pelanggaran yang mendominasi. Pelanggaran yang paling banyak ditemui petugas yaitu pengendara tidak mengenakan helm, melanggar rambu lalu lintas, dan melawan arus," ungkap Sutarno.
Menurut Sutarno, pelanggar lalu lintas terbanyak adalah karyawan, pelajar, dan mahasiswa. Selama operasi Zebra Progo 2016 jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tercatat ada 12 kasus dengan jumlah korban 22 orang. Sebab pada operasi Zebra Progo 2015 tercatat kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 59. Sedangkan korban mencapai 97 orang.
Meskipun angka kecelakaan lalu lintas menurun namun jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan justru mengalami peningkatan. Jika pada operasi Zebra Progo 2015 hanya ada seorang korban meninggal, di operasi Zebra Progo 2016 ada tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Operasi Zebra Progo 2016 digelar selama 14 hari. Dimulai pada hari Rabu (16/11) hingga hari Selasa (29/11).
"Operasi Zebra Progo 2016 digelar harapannya masyarakat semakin sadar akan kepentingan taat berlalulintas," pungkas Sutarno.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya