LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

WWF: Akibat Karhutla, Habitat Hewan Terancam

Aditya mengatakan, solusi dihadirkan tidak bisa langsung dengan evakuasi atau memindahkan mereka ke lingkungan yang bukan aslinya.

2019-09-17 23:00:00
Kebakaran Hutan
Advertisement

Direktur Kebijakan dan Advokasi WWF Indonesia, Aditya Bayunanda menilai habitat hewan sangat terancam akibat kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Riau dan Kalimantan. Hal tersebut kini menjadi ancaman terbesar melebihi tindak tanduk pemburu.

"Ancaman terbesar untuk spesies, baik gajah, harimau, orang utan, itu kematian. Bukan karena perburuan, tapi karena hilangnya habitat," kata Aditya di Kantor Pusat WWF Indonesia di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Kehilangan habitat, lanjut Aditya, memaksa para satwa bersinggungan dengan manusia. Aditya mengatakan, solusi dihadirkan tidak bisa langsung dengan evakuasi atau memindahkan mereka ke lingkungan yang bukan aslinya.

Advertisement

"Maka mau tidak mau dia (satwa) akan lari (mencari) di mana pakan itu masih ada, tak menutup kemungkinan, mereka akan mencari pakan ke wilayah yang menjadi tempat tinggal manusia di sana dia akan dianggap sebagai hama karena mengambil makanan dari perkebunan manusia," jelas Aditya.

Celakanya, tak jarang WWF menemukan insiden meracun satwa kala terjadi eksodus satwa ke pemukiman warga.

"Jadi banyak sekali kasus gajah itu meninggal karena diracun," kenangnya sedih.

Advertisement

Menurut catatan WWF Indonesia, upaya pemadaman telah dilakukan pemerintah bersama stake holders. Lewat monitoring systems rekapitulasi Karhutla di tahun 2019 mencapai 328,722 Ha dan dikhawatirkan bisa sama dengan tahun sebelumnya yang meluas sampai 510,564.21 Ha jika tak ada dukungan penanganan yang baik.

"Penyebabnya kompleks, tak hanya cuaca dan kondisi alam, lemahnya pengawasan juga ulah manusia baik korporasi/individu, alasan paling dominan adalah mencari keuntungan komersil lewat praktik pembukaan lahan dengan metode mudah murah," Aditya menandasi.

Baca juga:
Gubernur Sumsel Dibully Gara-gara Video Beri Makan Domba Saat Kabut Asap
Ribuan Mahasiswa Minta Kapolda Riau Dicopot Karena Gagal Atasi Karhutla
Derita Piton Si Raja Ular & King Kobra Sampai Mati Terpanggang Kebakaran Hutan
VIDEO: Jokowi Ungkap Kebakaran Hutan di Riau Ada Unsur Kesengajaan
Siapa Kapolda yang Diancam 'Out' Kapolri?
Darurat Karhutla, Ini Data Kebakaran Hutan di era Jokowi Periode Pertama

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.