LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

WNI dari Malaysia Diisolasi di Natuna dan Pulau Galang Jika Terindikasi Covid-19

Pemerintah masih menginvetarisir jumlah WNI akan dipulangkan. Karena bila ditotal jumlah WNI di Malaysia saat ini diperkirakan mencapai 4 juta jiwa.

2020-03-31 15:39:59
Corona
Advertisement

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menjelaskan skema pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang terkena lockdown di Malaysia akibat Covid-19. Ma'ruf Amin memastikan bahwa kepulangan WNI dipantau ketat, khususnya soal kesehatan agar tidak menjadi potensi penyebaran baru Covid-19 di dalam negeri.

"Bagi mereka yang tidak terindikasi Covid-19 akan dipulangkan langsung ke daerahnya masing-masing, tapi jika terindikasi mereka akan ditempatkan di tempat yang sudah disiapkan seperti di Pulau Galang, dan Natuna sesuai protokol kesehatan (14 hari)," kata Ma'ruf Amin, Selasa (31/3).

Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah masih menginvetarisir jumlah WNI akan dipulangkan. Karena menurut di, bila ditotal jumlah WNI di Malaysia saat ini diperkirakan mencapai 4 juta jiwa.

Advertisement

Ma'ruf Amin menambahkan, nantinya pemulangan WNI di Malaysia tidak semua difasilitasi negara alias dapat dilakukan mandiri perorangan.

"Sebagian dari mereka dipersilakan melalui jalur mandiri namun tetap mengikuti aturan protokol kesehatan di tempatnya masing-masing, ada yang difasilitasi tapi masih kita hitung biaya transportasinya," ujar dia.

Selain skema pemulangan, Ma'ruf Amin mengamini bila warga negara Indonesia yang ter-lockdown membutuhkan bantuan logistik yang harus tetap tercukupi. Oleh karena itu, dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya mengirimkan bantuan untuk dapat dipergunakan mereka melalui bantuan KBRI di Malaysia.

Advertisement

"Kita akan kirim tapi bukan dalam bentuk sembako ya tapi dana, ini sedang dijajaki dan kemudian nanti belinya di sana, kalau ngirim sembako dari sini akan lebih rumit , pemerintah sedang rumuskan dan persiapkan," Wapres Ma'ruf menandasi.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono

Baca juga:
Jokowi Tegaskan Keringanan Cicilan Ojek Online Mulai Berlaku April 2020
Satu Warga Puncak Jaya Papua Berstatus PDP Covid-19
Sumbangan Rakyat untuk Atasi Corona Capai Rp 80 M, Pemerintah Janji Transparan
Pemprov Sumut Pantau Ribuan TKI yang Pulang dari Malaysia
Menko Luhut: WNA Masuk Indonesia Harus di Karantina 2 Minggu

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.