LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto sudah dengar ada pelatihan militer Rusia di Papua

Serdadu militer Rusia melakukan pelatihan di Biak, Papua, Indonesia, sejak 4 Desember lalu. Pelatihan ini membuat Australia curiga dan mulai waspada karena khawatir keberadaan serdadu tersebut untuk mengintai Negeri Kanguru.

2018-01-03 19:04:42
Rusia
Advertisement

Serdadu militer Rusia melakukan pelatihan di Biak, Papua, Indonesia, sejak 4 Desember lalu. Pelatihan ini membuat Australia curiga dan mulai waspada karena khawatir keberadaan serdadu tersebut untuk mengintai Negeri Kanguru.

Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengaku sudah mendengar informasi bahwa serdadu militer Rusia melakukan pelatihan di Biak sehingga menimbulkan kecurigaan Australia. Namun, informasi itu belum terkonfirmasi.

"Sudah dengar tapi belum telepon (pihak Rusia dan Australia)," ungkapnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/1).

Advertisement

Wiranto berencana menghubungi pihak Rusia. Terpisah, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto enggan berkomentar soal pelatihan serdadu militer Rusia di Biak. Hadi mengaku bakal mencermati dahulu informasi tersebut baru memberikan respons.

"Saya lihat dulu masalahnya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Australia sempat menerapkan status siaga di Pangkalan Angkatan Udara di Darwin, karena menduga angkatan udara Rusia melakukan misi mata-mata melalui pelatihan militer di Biak. Kecurigaan ini bukan tanpa alasan, sebab serdadu militer Rusia tidak hanya membawa dua pesawat pengangkut Ilyushin (Il-76) dan 81 personel, tetapi juga menurunkan dua pesawat pembom taktis Tupolev (Tu-95) yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Advertisement

"Angkatan Bersenjata Australia sengaja meningkatkan kewaspadaan buat menghadapi situasi yang berkembang," demikian pernyataan disampaikan Kementerian Pertahanan Australia.

Walau demikian, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan mereka tidak melakukan misi pengintaian di Biak. Selama lima hari, lanjut mereka, dua pesawat Tu-95 cuma menggelar latihan di atas perairan Samudra Pasifik yang netral, lebih dari delapan jam.

Baca juga:
Aina Gamzatova, capres wanita lawan kuat Putin di Pemilu Rusia 2018
Tersangka teror bom di St. Petersburg diringkus
Australia ketar-ketir saat militer Rusia latihan terbang dari Biak
Ini kerusakan supermarket di Rusia usai ledakan bom
Bom meledak di supermarket Saint Petersburg Rusia, 10 orang luka

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.