LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto Sebut Pemberontak Papua Orang Tersesat, jika Insaf NKRI Pasti Menerima

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan Indonesia selama ini tidak pernah berkompromi dengan kelompok pemberontak di Papua.

2018-12-17 16:46:37
Penembakan Papua
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan Indonesia selama ini tidak pernah berkompromi dengan kelompok pemberontak di Papua. Hal ini dikatakan Wiranto terkait pembunuhan yang dilakukan kelompok pemberontak di Papua kepada 20 pekerja Trans Papua di Kabupaten Nduga, beberapa waktu lalu.

"Kita tidak pernah kompromi sebenarnya dengan kelompok itu. Tidak ada satu kesetaraan antara negara yang sah NKRI dengan kelompok-kelompok seperti itu, apa kelompok kriminal atau kelompok yang menentang keberadaan NKRI. Kita enggak pernah menempatkan kita sejajar dengan mereka," jelas Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Senin (17/12).

Menurut dia, pemerintah memandang kelompok seperti itu sebagai orang yang tersesat. Wiranto menuturkan pemerintah Indonesia akan menerima dengan tangan terbuka apabila kelompok penentang NKRI itu ingin kembali ke Ibu Pertiwi. Namun, tidak dengan cara negosiasi.

Advertisement

"Sebagai negara yang berdaulat dan demokrasi akan menerima kalau mereka insaf, kita akan terima kalau mereka sadar. Tapi tidak dalam bentuk negosiasi. Tidak ada negosiasi antara pemerintah dengan kelompok seperti itu," tegasnya.

"Jadi kita masih pakai persuasif tapi tegas, persuasif juga tegas. Kita negara berdaulat, punya angkatan bersenjata yang tugasnya untuk menjaga kemanan nasional," sambung Wiranto.

Polri telah memetakan pergerakan para pemberontak yang membunuh belasan pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, itu. Diketahui, Egianus Kogoya (EK) bukan pimpinan tertinggi di kelompok Kodap III Ndugama tersebut.

Advertisement

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, ada beberapa orang yang aktif sebagai komandan di lapangan. Kelompok tersebut dipimpin oleh seorang panglima berinisial PU.

"Salah satu pelakunya yang mengomandoi langsung di lapangan adalah EK. Di atasnya kita sudah berhasil mengidentifikasi panglimanya juga atas nama PU," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/12).

PU diketahui ikut merestui pembantaian terhadap para pekerja proyek Trans Papua dan penyerangan pos TNI di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua awal Desember 2018. PU, kata Dedi, mendapatkan dukungan dari kaki-kaki di bawahnya yang dipimpin oleh panglima-panglima kecil.

Reporter: Lizsa Egeham

Baca juga:
Panglima TNI Dikritik Kurang Reaktif Soal Penembakan Pekerja Trans Papua
Selama Setahun, 22 Anggota KBB di Papua Berhasil Ditangkap
Pembunuhan di Papua, Politisi PKS Desak Jokowi Keluarkan Perpres Pelibatan TNI
Penjelasan Para Mantan Kepala BIN Soal Bahayanya KKB Papua
Empat Pekerja Selamat dari Pembunuhan KKB Dievakuasi ke Timika Papua
Ketua DPR Soal KBB Papua: Kita Desak PBB Masukkan Mereka Sebagai Organisasi Teroris

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.