LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wilayah Selatan Indonesia Berpotensi Siklon Tropis pada Mei, November dan Desember

Secara umum, kejadian siklon di dekat Indonesia terjadi antara April dan Mei, kemudian November hingga Desember.

2021-04-30 09:30:35
BMKG
Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi siklon tropis kembali terjadi pada Mei, November dan Desember 2021. Bahkan, tingkat kejadian siklon tropis akan lebih tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin dalam Rapat Koordinasi Tim Intelijen Penanggulangan Bencana (TIPB) yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/4).

"Kewaspadaan potensi siklon tropis di wilayah selatan Indonesia itu antara November-Mei, dengan tingkat kejadian lebih tinggi dapat terjadi pada bulan April, Mei, November, Desember," ungkap Miming.

Advertisement

Miming memaparkan, sejak 2008 terdapat 11 siklon tropis yang sangat dekat dengan Indonesia. 10 Siklon di antaranya telah dirilis oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) BMKG Jakarta.

Secara umum, kejadian siklon di dekat Indonesia terjadi antara April dan Mei, kemudian November hingga Desember.

Miming menjelaskan, siklon tropis Seroja yang terjadi di Nusa Teggara Timur (NTT) pada awal April lalu merupakan yang terkuat kedua setelah siklon tropis Kenanga yang terjadi pada 12 Desember 2018 di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu. Siklon tropis Seroja juga merupakan siklon tropis yang paling lama siklus hidupnya dan terpanjang track siklonnya, yakni NTT hingga Barat Daya Australia.

Advertisement

Sementara siklon tropis Kirrily, Cempaka, Dahlia, Lili dan Seroja merupakan yang paling dekat dengan daratan dan paling signifikan berdampak pada cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

Miming melanjutkan, siklon tropis memiliki dampak yang kompleks. Secara langsung dampaknya yakni angin kencang, hujan lebat hingga ektrem, gelombang tinggi dan gelombang pasang.

"Ada juga dampak tidak langsung yaitu menimbulkan angin kencang di daerah lain, hujan lebat dan gelombang pasang dengan intensitas lebih kecil," sambungnya.

Menurut Miming, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko dampak siklon tropis yang kerap melanda Tanah Air. Yakni setelah peringatan dini disampaikan, stakeholder atau masyarakat segera meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga:
Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Abang Karangasem, BMKG Sebut Akibat Sesar Aktif di Laut
Gempa Magnitudo 5,6 di Sukabumi, Getaran Terasa hingga Jakarta dan Bogor
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Sukabumi, Tak Berpotensi Tsunami
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Belawan, Warga Diminta Waspada
BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Kilat akan Mengguyur Aceh hingga Papua
8 Gunung di RI Berpotensi Picu Tsunami, BMKG Tak Punya Alat Deteksinya

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.