Waspada, bulan Ramadan beras plastik bisa marak beredar
Hafidz melihat ada peluang pedagang mencari kesempatan menjual beras palsu saat kebijakan impor keluar bulan depan.
Peredaran beras berbahan plastik meresahkan masyarakat. Ada beberapa wilayah di Indonesia telah tersebar makanan berbahaya tersebut. Apalagi, kebijakan impor beras pada bulan Ramadan membuka peluang semakin meluas peredaran di masyarakat.
"Beras itu bisa masuk menjelang puasa. Karena stok negara kurang, belilah keluar," kata Ketua Komisi VI DPR Achmad Hafidz Tohir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5).
Hafidz melihat ada peluang pedagang mencari kesempatan menjual beras palsu saat kebijakan impor keluar bulan depan. Dia sendiri mempertanyakan rencana pemerintah akan mengimpor 1 juta ton beras mendatang. Tetapi, kalau stok kurang pemerintah akan terbitkan izin impor beras yang dilakukan Kementerian Perdagangan melalui rapat koordinasi Menteri Pertahanan dan Menteri Ekonomi.
Untuk itu, dia akan melakukan inspeksi ke pasar dan badan urusan logistik dalam mengantisipasi kenaikan kebutuhan pokok tersebut. "Akan ada operasi beras karena dikhawatirkan beras alami kenaikan. Kita tidak ingin masyarakat terbebani," jelas Hafidz yang juga politikus Partai Amanat Nasional.
Selain itu, pemerintah akan melakukan audit investigasi terhadap sistem dan tata cara perdagangan beras di Indonesia.
Baca juga:
Beredar beras plastik di Bekasi, Diana stop masak beras dari toko S
Tutup keran impor, Soekarwo yakin Jatim aman dari beras plastik
Beredar beras plastik, Komisi VI DPR panggil Mendag Rachmat Gobel
Beras plastik juga beredar di Pekanbaru, warga geger
Gara-gara isu beras plastik, Polda Jatim gelar operasi pasar
IPB minta pemerintah perketat impor cegah beras plastik masuk
Djarot soal beras plastik: Kurang ajar, bisa bunuh orang!