LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Waseso: Menurut bandar narkoba hukum di Indonesia masih lemah

Indonesia menjadi sasaran pasar utama di peta jaringan narkotika internasional.

2015-11-26 16:22:07
Budi Waseso
Advertisement

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menyebut hukuman untuk menjerat para bandar narkoba di Indonesia masih lemah. Ia berharap agar ada revisi undang-undang tentang narkotika.

‎Hal ini disampaikan Buwas di acara Sarasehan dan Advokasi Peredaran Narkotika Bersama Pengusaha di Surabaya, Jawa Timur. "Jika tidak ada revisi undang-undang, pemberantasan narkotika di Indonesia tidak akan maksimal," ujar Waseso, Kamis (26/11).

Dia mencontohkan, "Di Malaysia dan Singapura, menerapkan hukuman mati‎. Bahkan kepada penggunanya. Sementara di Indonesia, penerapan hukuman mati hanya berlaku bagi bandar dan pengedar. Sementara penggunanya, hanya direhab saja," tuturnya.

Hingga saat ini, masih menurut Waseso, hukum di Indonesia masih belum memiliki ketegasan. Bahkan di mata para bandar narkoba, kata dia, hukum di Indonesia, lemah. "Contohnya gembong narkobba Freddy Budiman. Tiga kali melakukan upaya hukum, dan semuanya divonis mati. Tapi sampai sekarang gak mati-mati," ketus mantan Kabareskrim Mabes Polri ini.

Yang paling disesalkan Waseso, aksi para gembong narkoba, kendati sudah mendekam di dalam tahanan‎, mereka (para gembong narkoba) masih menjadi pengendali para pengedar di luar tahanan. "Kalau tidak segera dieksekusi (mati), gembong narkoba seperti Freddy, biar mati diemut (dimakan) buaya," ketusnya lagi.

Menurut Waseso, masalah narkoba di Tanah Air sudah sampai titik nadir. Sehingga perlu penanganan serius. "Apalagi Indonesia menjadi sasaran pasar utama di peta jaringan narkotika internasional. Jadi perlu undang-undang khusus yang tegas agar ada efek jera," tegasnya.

Baca juga:
Budi Waseso sebut di Indonesia bandar narkoba sulit dihukum mati
Kampanye anti narkoba, Budi Waseso bagi-bagi topi dan kaos di HI
Cara-cara gila Komjen Budi Waseso binasakan bandar narkoba
Wacana Wapres JK dipanggil Pansus Pelindo II, ini kata Budi Waseso
Budi Waseso: Jika tak diberikan tempat, BNN buat tenda di Monas

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.