LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Sragen sering nemu fosil purba, bahkan saat mencangkul ladang

Kebanyakan yang mereka temukan adalah fosil hewan besar, seperti gajah, kerbau atau buaya.

2015-02-27 09:45:23
Situs Sejarah
Advertisement

Sejumlah warga di sekitar Situs Purbakala Sangiran, Sragen, Jawa Tengah mengaku sering menemukan fosil berusia ratusan tahun. Kebanyakan yang mereka temukan adalah fosil hewan besar, seperti gajah, kerbau atau buaya.

"Warga di sini sering menemukan fosil gajah purba, kerbau dan buaya saat menggali pondasi untuk rumah atau mencangkul ladang," ujar Subur, salah seorang warga di sekitar Museum Purbakala Sangiran, Sragen, Jumat (27/2).

Menurut dia, usia fosil tersebut diperkirakan ratusan ribu tahun atau bahkan sudah sejuta tahun. Dia mengatakan fosil terkadang ditemukan dalam kondisi baik, namun warga lebih sering menemukan dalam kondisi tinggal serpihan.

Subur mengaku mempunyai koleksi fosil yang cukup banyak. Namun semua sudah dia serahkan ke pengelola Museum Sangiran. Selain dia, ada sejumlah warga lainnya yang juga rela menyerahkan temuan tersebut ke museum.

"Saya nggak ingat jumlahnya, ada ratusan fosil yang sudah saya serahkan," katanya.

Atas pengorbanannya tersebut, Subur dan 2 warga lainnya mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, Kamis (26/2) kemarin.

Selain penemuan fosil, Subur mengaku memiliki kebun jati yang sering dijadikan lokasi penelitian bagi para arkeolog. Bahkan dia bersama warga lainnya sering membantu pengangkatan fosil yang ditemukan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan menambahkan, saat ini terdapat 40 ribu fosil yang tersimpan di Museum Sangiran. Dari jumlah tersebut 99 persen diantaranya merupakan bantuan dari temuan masyarakat sekitar.

"Jumlah peneliti di Museum Sangiran sangat terbatas. Padahal, fosil yang masih tersimpan di sini masih sangat banyak. Sudah saatnya museum menggandeng warga sekitar untuk membantu mengungkap sejarah alam pada masa lampau. Karena situs Sangiran luasnya 56 hektar di Sragen dan Karanganyar" pungkasnya.

Baca juga:
Begini aksi radikal ISIS hancurkan patung kuno di Museum Mosul
Menteri Anies beri penghargaan 3 penemu fosil di Sangiran
82 Patung anak-anak ini merupakan penanda kebiadaban Nazi
Demam batu akik, kawasan situs prasejarah mulai ikut dijarah
Tanah Masjid Kebon Jeruk ternyata wakaf dari Panglima Hok
Guachimontones, piramida hijau yang jadi permata arkeologi Meksiko

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.